Suara.com - Belakangan nama Maria Vania jadi sorotan setelah dalam beberapa kesempatan ia melakukan pijat kretek-kretek atau dalam istilah medisnya dikenal dengan nama Chiropractic.
Seperti diketahui Maria Vania kini tengah mempelajari terapi chiropratic atau lebih dikenal dengan sebutan pijat kretek-kretek. Bahkan sudah ada beberapa artis yang merasakan sensasi dipijat kretek-kretek oleh Maria Vania.
Bahkan, pengacara kondang, Hotman Paris kedapatan turut merasakan sensasinya dipijat kretek-kretek oleh presenter Maria Vania.
Tapi apa sebenarnya Chiropractic itu? Perawatan Chiropractic adalah bentuk pengobatan komplementer yang didasarkan pada gagasan bahwa tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri dengan bantuan manipulasi langsung dari seorang profesional terlatih.
Manipulasi ini membantu menyetel kembali sendi dan berpotensi menyebabkan penghilang rasa sakit.
Perawatan chiropractic dapat membantu meringankan rasa sakit dari kondisi yang mempengaruhi:
- tulang
- tulang rawan
- jaringan ikat
- sendi
- otot
Perawatan chiropractic sering berfokus pada tulang belakang tetapi mungkin fokus pada bagian lain dari tubuh tergantung pada masalah tertentu yang Anda hadapi.
Perawatan Chiropractic memiliki beberapa kesamaan dengan terapi fisik, dan kondisi tertentu mungkin mendapat manfaat dari perawatan dengan kedua jenis terapi tersebut.
Secara umum, chiropractor lebih cenderung menggunakan manipulasi langsung untuk meredakan gejala. Terapis fisik cenderung lebih menekankan pada rehabilitasi cedera dengan peregangan dan latihan.
Baca Juga: Heboh! Pria Ini Ngaku Suami Maria Vania, Katanya Sudah Punya Anak
Adapaun manfaatnya antara lain ialah mengurangi nyeri leher, meringankan sakit punggung, mengurangi ketergantungan pada pereda nyeri opioid, perawatan yang lebih terjangkau untuk nyeri punggung kronis.
Chiropractor harus mendapatkan gelar pascasarjana yang disebut Doctor of Chiropractic (DC). Biasanya dibutuhkan waktu 4 tahun untuk menyelesaikannya. Masuk ke program membutuhkan setidaknya 90 jam semester kursus sarjana, dan beberapa program memerlukan gelar sarjana.
Semua negara bagian juga mengharuskan chiropractor untuk dilisensikan. Persyaratan lisensi bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lainnya, tetapi semua negara bagian memerlukan seorang chiropractor untuk lulus ujian Dewan Nasional Penguji Chiropractic.
Beberapa ahli tulang berspesialisasi dalam bidang perawatan chiropraktik tertentu dan melanjutkan untuk melakukan residensi selama beberapa tahun lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?