Suara.com - Selama pandemi Covid-19 kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan semakin meningkat. Bukan hanya rajin mencuci tangan, tapi beberapa juga ada yang kerap melakukan pembersihan hidung atau saluran pernapasan.
Salah satunya dengan menggunakan nose sanitizer. Beberapa menganggap bahwa nose sanitizer bisa membunuh virus. Tapi benarkah hal tersebut?
Penggunaan nose sanitizer, dianggap para pakar kesehatan di dunia menjadi penting karena virus atau partikel lain terhirup masuk melalui hidung. Kemudian akan menyebar keseluruh tubuh bersamaan dengan penyaluran oksigen ke melalui pembuluh darah.
Pakar Kesehatan yang juga menjadi Menteri Kesehatan Indonesia pada kabinet gotong royong Ddr Achmad Sujudi, meyampaikan virus dapat lolos dari masker. Sebagai penguat dari prokes, nose sanitizer memiliki peran untuk mencegah virus masuk menuju paru-paru.
"Untuk mewujudkan hal tersebut kita harus mengetahui mekanisme penularannya termasuk pintu masuk virus tersebut ke badan kita. “Port d'entre” yang tidak lain adalah hidung, mulut dan mata, terutama hidung yang merupakan saluran utama pernapasan kita, ujar Sujudi.
Upaya membersihkan rongga hidung, mematikan virus yang akan masuk ke saluran pernafasan harus dilakukan dengan benar, banyak yangg melakukan tidak sesuai ketentuan Kesehatan.
Pemakaian uap air yang dihisap, dengan suhu uap air sekitar 60- 80 derajat Celcius, dapat berpengaruh terhadap paru-paru yang menyebabkan “oedema paru”
. Selain itu ada produk farmasi, yang berbentuk nose sanitizer yang dalam penelitiannya dapat mengurangi viral load bagi penderita Covid dengan gejala ringan dan bisa memberikan efek pencegahan” pungkas Dr Achmad Sujudi, mantan Menteri Kesehatan Indonesia.
Salah satu nose sanitizer yang diketahui bisa membunuh virus dalam hitungan menit, yaitu Enovid dikembangkan oleh SaNotize Canada, membunuh virus Covid -19 hingga 99,9%.
Baca Juga: Satgas COVID-19: Tren Kenaikan Kasus Dunia Tidak Dibarengi Peningkatan Angka Kematian
"Nose sanitizer yang dikembangkan ini sudah terbukti tidak hanya sebagai pencegah virus penyebab Covid-19, tetapi juga membunuh virus Covid-19 ini dengan cepat," ucap Dr. Gilly Regev, CEO dan pendiri SaNotize.
Lebih jauh Gily Regev pemakaian nose sanitizer ini sangat penting dalam membantu masyarakat melewati pandemic saat ini karena bisa untuk mencegahan terpapar virus Covid-19 dari berbagai varian dan membantu pasien Covid-19 untuk cepat membunuh virus Covid-19 dan dapat bernafas lebih lega dan leluasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai