Suara.com - Saat masa kehamilan, perempuan akan merasakan berbagai macam tantangan, termasuk merasakan gejala pusing yang tiba-tiba. Lalu, apa sih penyebab pusing saat hamil?
Merasa pusing saat hamil terjadi karena meningkatnya hormon yang bekerja membuat pembuluh darah merasakan rileks dan tenang. Meski demikian, hal ini malah akan menyebabkan tekanan darah lebih rendah dari biasanya, yang pada akhirnya dapat mengurangi aliran darah ke otak.
Selain itu, gejala pusing pada masa kehamilan juga terjadi karena kadar gula darah rendah yang sedang beradaptasi dengan perubahan metabolisme tubuh. Perempuan yang memiliki anemia atau varises akan lebih rentan mengalami gejala pusing tersebut.
Sementara gejala pusing selama kehamilan trimester kedua disebabkan karena rahim yang tumbuh memberikan tekanan pada pembuluh darah.
Dikutip dari American Pregnancy, saat tubuh perempuan hamil berbaring dan telentang, hal ini memungkinkan berat bayi menekan di vena cava yang membawa darah dari tubuh menuju bagian bawah jantung.
Selain itu menurut data kesehatan dari Wolters Kluwer yang dikutip dari Halodoc, 60 persen perempuan hamil berusia kurang dari 40 tahun, kerap mengalami sakit kepala. Salah satu pemicunya adalah preeklampsia, terutama pada perempuan yang menginjak usia kehamilan 20 minggu.
Bagaimana Cara Mengatasi Pusing Saat Hamil?
Ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan guna mengurangi frekuensi pusing saat hamil.
Berikut tipsnya:
- Hindari berdiri dalam waktu yang lama. Jika Anda harus berdiri, pastikan kaki tetap bergerak untuk membantu meningkatkan sirkulasi.
- Bangun perlahan dari tempat duduk dan berbaring.
- Makan secara teratur. Hindari tunda makan dalam jangka waktu yang lama, baiknya ngemil sepanjang hari.
- Hindari mandi air panas dengan shower.
- Hindari berbaring telentang pada pertengahan trimester kedua.
- Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman untuk menghindari pembatasan sirkulasi.
Baca Juga: Mulai dari Sakit Kepala Hingga Stroke, Begini Cara Virus Corona Mempengaruhi Otak Manusia
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya