Suara.com - Varian Omicron bisa menimbulkan sejumlah gejala yang muncul dalam beberapa cara, yang mana tidak semuanya mudah dikenali.
Ada beberapa gejala varian Omicron yang menandakan seseorang membutuhkan perawatan medis segar, yakni perubahan warna bibir.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan bahwa orang dengan virus corona Covid-19, termasuk varian Omicron melaporkan beberapa gejala.
Organisasi tersebut mengatakan bahwa gejala bisa muncul 2 sampai 14 hari setelah seseorang terpapar virus corona. Apalagi semua orang bisa mengalami gejala ringan hingga parah.
Dalam hal ini, varian Omicron dikenal lebih menyebabkan gejala ringan, terutama pada orang yang sudah vaksinasi. NHS mengatakan vaksin Covid-19 mampu memberikan perlindungan terbaik terhadap virus corona.
Kini, suntikan booster vaksin Covid-19 pun dipercaya membantu meningkatkan kekebalan tubuh yang diperoleh dari 2 dosis vaksin Covid-19 sebelumnya.
"Suntikan booster ini membantu memberi Anda perlindungan jangka panjang agar tidak sakit parah akibat virus corona Covid-19," kata NHS dikutip dari Express.
Saat ini, suntikan booster vaksin Covid-19 juga sudah tersedia untuk kebanyakan orang berusia 16 tahun ke atas dan beberapa anak berusia 12 hingga 15 tahun yang telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 setidaknya 3 bulan sebelumnya.
Terkait gejala varian Omicron yang membutuhkan bantuan medis segera, Anda perlu waspada terhadap perubahan warna bibir.
Baca Juga: Kasus COVID-19 Meningkat, 16.021 Warga Indonesia Terpapar Virus Corona, Terbanyak DKI Jakarta
Jika bibir terlihat pucat, abu-abu atau birus, segeralah mencari bantuan medis. Hal yang sama berlaku jika seseorang mengalami kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan terus-menerus di dada, kebingungan, etidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga atau kulit atau kuku pucat, abu-abu, atau biru, tergantung pada warna kulit.
NHS menyrankan orang dalam kondisi ini untuk mengisolasi diri dan melakukan tes PCR yang lebih akurat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?