Suara.com - Omicron diprediksi sejumlah pakar bakal menjadi varian yang mendominasi di dunia. Kondisi serupa juga telah terjadi di Indonesia.
Hingga saat ini lima varian virus termasuk omicron telah terdaftar oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang menjadi perhatian karena penularan dan agresivitasnya yang tinggi.
Dilansir dari Times of India, baru-baru ini subvarian omicron telah ditemukan dan menurut update terbaru yang diberikan oleh WHO kemungkinan akan menyebar secara global.
Subvarian Omicron, BA.2, juga dikenal sebagai omicron siluman, dikatakan lebih menular daripada nenek moyangnya Omicron. Menurut Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO, subvarian BA.2, yang lebih menular daripada versi BA.1 yang dominan saat ini, kemungkinan akan menjadi lebih umum, CNBC melaporkan.
WHO sedang memantau BA.2 untuk melihat apakah subvarian menyebabkan peningkatan infeksi baru di negara-negara yang mengalami peningkatan pesat dan kemudian penurunan tajam dalam kasus omicron, kata Van Kerkhove.
Sesuai laporan, ciri-ciri gejala omicron yang disebabkan subvarian BA.2 ialah pusing atau vertigo. Mungkin ada alasan lain mengapa seorang pusing, tetapi jika kondisi ini berlanjut, kamu harus menghubungi ahli medis.
Para ahli juga mengatakan bahwa kelelahan datang kepada orang-orang lebih cepat pada infeksi subvarian Omicron daripada varian leluhur. Dr Angelique Coetzee, dokter Afrika Selatan yang pertama kali menemukan varian Omicron juga mengaitkan kelelahan dengan varian ini.
Gejala umum yang terkait dengan infeksi yang disebabkan oleh siluman Omicron adalah pilek, tenggorokan gatal, sakit kepala, kelelahan, bersin, nyeri tubuh, keringat malam, kehilangan nafsu makan, dan muntah. Orang juga bisa mengalami pingsan, kabut otak, ruam kulit, konjungtivitis.
Sementara penelitian masih berlangsung, tidak ada indikasi perbedaan tingkat keparahan infeksi yang disebabkan oleh salah satu subvarian, kata Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO.
Baca Juga: Terinfeksi Covid-19 Bisa Sebabkan GERD Kambuh? Ini Kata Dokter!
WHO sedang memantau BA.2 untuk melihat apakah subvarian menyebabkan peningkatan infeksi baru di negara-negara yang mengalami peningkatan pesat dan kemudian penurunan tajam dalam kasus omicron, kata Van Kerkhove.
BA.2 lebih mudah menular daripada BA.1, kata pakar WHO.
Para peneliti di Denmark telah menemukan bahwa BA.2 sekitar 1,5 kali lebih mudah menular daripada BA.1 dan lebih mahir menginfeksi orang yang divaksinasi dan bahkan dikuatkan. Namun, orang yang divaksinasi lengkap lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkannya daripada yang tidak divaksinasi.Subvarian Omicron juga memiliki kemungkinan menginfeksi ulang orang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini