Suara.com - Beberapa hari lalu kematian aktor dan komedian Bob Saget menjadi perbincangan hangat. Pemeran serial TV Full House itu meninggal di sebuah hotel di Florida pada Rabu (9/2/2022) pekan lalu.
Berdasarkan hasil otopsi, Saget diduga jatuh tanpa disadari yang menyebabkan trauma kepala akibat benturan benda tumpul.
Ahli medis juga menuliskan daftar adanya patah tulang tengkorak dan cedera otak, lapor People.
Tanda lain dari cedera itu termasuk lecet kulit kepala posterior, pendarahan subgaleal (darah di antara tengkorak dan kulit kepala), perubahan warna kelopak mata atas dan bawah karena fraktur tengkorak, hematoma subdural (penumpukan darah di permukaan otak), dan perdarahan subarachnoid (perdarahan di ruang sekitar otak).
Menurut dokter sekaligus profesor di Universitas George Washington, Leana Wen, apa yang terjadi pada Bob Saget adalah hal tragis, tetapi tidak jarang terjadi.
"Setiap tahun, lebih dari 61.000 orang Amerika meninggal karena cedera otak traumatis, dan banyak di antaranya karena jatuh," jelas Leana Wen.
Menurutnya, jatuh ke permukaan keras seperti bak mandi atau tana dapat menyebabkan jenis cedera yang dialami Saget.
Patah tulang di bagian belakang tengkorak juga dapat menyebabkan hal yang sama di bagian lain di tengkorak. Kekuatan semacam itu juga dapat menyebabkan pendarahan di dalam otak.
"Karena tengkorak adalah struktur tertutup, tidak ada tempat untuk darah mengalir kecuali menekan ke otak. Tekanan semacam itulah yang menyebabkan ketidaksadaran dan akhirnya kematian," sambung Wen.
Baca Juga: Anak Shandy Aulia Benturkan Kepala ke Kursi, Ibu Sibuk Merekam, Netizen: Bisa Cedera Otak
Di sisi lain, ahli bedah saraf di Nuvance Health, Connecticut Barat, Joshua Marcus, mengatakan bahwa cedera yang dialami Saget lebih dari sekadar trauma kepala ringan.
"Laporan itu berbunyi seperti seseorang yang baru saja mengalami trauma kepala yang parah. Seperti seseorang terguling saat menuruni tangga, kecelakaan mobil, kecelakaan sepeda, kecelakaan sepeda motor," jelas imbuh Marcus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?