Suara.com - Apakah Anda sering mengalami buang air kecil lebih dari biasanya? Pada umumnya, hal ini terjadi ketika seseorang terlalu banyak minum air putih, atau berada di suhu ruangan yang cukup dingin.
Sebagaimana yang diungkap oleh Halodoc, seseorang dapat buang air kecil sebanyak 4 hingga 8 kali. Seseorang yang terlalu sering buang air kecil, hal tersebut dapat mengganggu rutinitas hariannya. Beberapa orang mungkin mengidap gangguan yang membuatnya terlalu sering buang air kecil.
Mengutip dari Mayo Clinic, sering buang air kecil dapat disebabkan karena adanya suatu penyakit yang memengaruhi saluran kemih. Namun, ada beberapa faktor yang juga terkait dengan sering buang air kecil, seperti:
- Infeksi, penyakit, cidera atau iritasi pada kandung kemih.
- Kondisi yang meningkatkan produksi urin.
- Perubahan pada otot, saraf, atau jaringan lain yang memengaruhi fungsi kandung kemih.
- Perawatan kanker tertentu.
- Obat-obatan atau minuman yang meningkatkan produksi urin.
Selain itu, beberapa penyebab sering buang air kecil juga dikaitkan dengan faktor penyakit tertentu, antara lain:
Infeksi Saluran Kemih
Salah satu penyebab mengapa seorang sering buang air kecil, itu disebabkan karena infeksi saluran kemih. Hal ini, tentu menyebabkan infeksi pada sistem kemih, terutama pada kandung kemih serta uretra. Pada saat terjadi tekanan, ini membuat air kecil jadi bertambah. Bahkan, rasa sakit bisa saja muncul saat buang air kecil.
Diabetes
Penyebab lainnya pada orang yang sering buang air kecil adalah terjadinya diabetes. Gangguan ini dibagi menjadi dua, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada saat seseorang mengalami diabetes, tubuh mencoba untuk membersihkan diri dari glukosa yang menumpuk di tubuh melalui urine.
Gangguan Prostat
Sering buang air kecil terjadi adanya penyakit kelainan lain, salah satunya adalah gangguan prostat. Area tersebut yang mengalami pembesaran dapat menekan uretra dan menghalangi aliran urine. Karena itu, dinding kandung kemih mengalami iritasi, yang mulai berkontraksi.
Sistitis Interstisial
Sering buang air kecil bisa jadi adanya penyakit sistitis interstisial, di mana sindrom kandung kemih yang menyakitkan membuat tubuh menjadi sering mengeluarkan cairan melalui uretra. Pada penyakit ini, gejala yang dirasakan adalah rasa sakit di daerah kandung kemih hingga panggul.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang