Suara.com - Belajar dari peristiwa percobaan bunuh diri Ayu Aulia, model berusia 28 tahun di apartemennya baru-baru ini, mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda ingin bunuh diri pada seseorang.
Sekedar informasi, Ayu Aulia ditemukan bersimbah darah dengan tangan penuh sayatan di apartemennya di Jakarta Pusat. Kini ia tidak sadarkan diri dan masih terbaring di rumah sakit.
Menurut keterangan Adhe, saudara Ayu Aulia yang merekam video tersebut, dokter sengaja belum membersihkan luka tersebut. Hal itu berhubungan dengan obat-obatan yang ia telan sebagai upaya bunuh diri lainnya.
"Belum boleh (diperban) kata dokter, soalnya obat yang dia telan juga banyak banget," ujar Adhe dalam video.
Di sisi lain, mengutip WebMD, Rabu (23/2/2022), bunuh diri bukanlah penyakit mental, tapi dampak serius akibat gangguan mental seperti depresi berat, bipolar, stres pascatrauma, gangguan kepribadian, skizofrenia, kecemasan, bulimia, hingga anoreksia nervosa.
Berikut ini tanda seseorang yang ingin bunuh diri yang wajib dikenali masyarakat, agar bisa mencegah tindak bunuh diri yang dilakukan seseorang:
1. Sedih dan Murung Parah
Kesedihan berkepanjangan, perubahan suasana hati, dan kemarahan tak terduga bisa jadi salah satu tanda keinginan seseorang bunuh diri.
2. Keputusasaan
Baca Juga: Sempat Tak Sadarkan Diri Usai Percobaan Bunuh Diri, Ayu Aulia Kini Sudah Siuman
Seseorang yang bunuh diri biasanya ditandai di dalam pikirannya tidak punya solusi atau harapan untuk hidup di masa depan. Ia bahkan sama sekali tidak memiliki sedikit pun harapan bahwa keadaan dapat membaik.
3. Tidur Bermasalah
Tidur kerap digunakan sebagai tolok ukur kesehatan seseorang. Normalnya, ada periode deep sleep atau tidur dalam antara 7 hingga 8 jam, untuk dikatakan bahwa mental orang tersebut sehat.
Tapi jika kurang dari itu, atau bahkan berlebihan dua kali lipat durasi tidur pada umumnya, maka sebaiknya orang sekitar harus mewaspadai.
4. Tiba-tiba Tenang dan Tidak Mengeluh
Saat seseorang masih mengeluh, itu tandanya ia masih berharap bantuan orang lain. Tapi waspada jika tiba-tiba orang tersebut diam seribu bahasa, bahkan tidak sedikit pun menceritakan apa yang dirasakan, maka orang di sekitarnya harus waspada.
Tiba-tiba tenang dalam masa depresi atau murung, bisa jadi salah satu tanda bahwa orang tersebut sudah membuat keputusan untuk mengakhiri hidupnya.
5. Menarik Diri
Tanda ini mudah dilihat pada orang di lingkungan sosial yang memiliki banyak teman, sahabat, serta banyak acara yang didatangi dan ia merasa bahagia di antara mereka.
Tapi jika tiba-tiba orang tersebut pilih menyendiri, menghindari teman atau enggan beraktivitas sosial, ini adalah gejala depresi, dan bisa jadi gejala ingin bunuh diri.
6. Perubahan Penampilan dan Kepribadian
Seseorang yang sedang mempertimbangkan untuk bunuh diri, biasanya menunjukan perubahan sikap atau perilaku seperti bicara atau bergerak dengan cepat, dan tidak seperti biasanya. Bahkan orang itu juga biasanya kurang peduli dengan penampilan pribadinya.
7. Melakukan Hal Berbahaya dan Merugikan Diri Sendiri
Umumnya, saat seseorang sudah tidak punya keinginan hidup, ia akan melakukan perilaku sembrono, seperti melakukan hubungan seks bebas, menggunakan narkotika, dan tidak peduli jika itu membahayakan dirinya.
8. Melakukan Persiapan Bunuh Diri
Bisa juga, saat seseorang sudah memutuskan bunuh diri, ia akan menyelesaikan segala urusan pribadinya. Seperti mengunjungi anggota keluarga, memberikan barang pribadi, membuat surat wasiat, membersihkan kamar dan rumah.
Bahkan beberapa di antaranya memutuskan menulis catatan terakhir sebelum mengambil nyawanya sendiri, termasuk saat hendak membeli senjata api api atau racun.
Catatan Redaksi:
Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.
Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email janganbunuhdiri@yahoo.com dan telepon di 021-9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi