Suara.com - Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) memastikan stok obat Covid-19 dan vitamin aman. Hal ini dijamin langsung oleh Ketua GPFI, Tirto Kursnadi.
Tirto KUsnadi mengatakan bahwa stok obat saat ini sudah siap menghadapi gelombang ketiga varian Omicron, sehingga kekosongan obat yang pernah terjadi seperti tahun lalu bisa dicegah.
"Sebagai komitmen perusahaan farmasi yang tergabung dalam GPFI untuk terus menjamin ketersediaan obat dan vitamin di 34 provinsi seluruh Indonesia, GPFI telah mengerahkan segala kemampuan sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing anggota GPFI," ujar Tirto dalam acara diskusi di Senayan, Jakarta (25/2/2022).
Menurut Tirto, agar ketersediaan stok obat Covid-19 bisa terjaga, anggota GPFI mempercepat riset, pengembangan, proses produksi, distribusi hingga menguatkan jaringan ritel penjualan obat seperti apotik maupun pedagang besar farmasi (PBF).
Tidak kurang dari 160 pabrik farmasi dilibatkan untuk memproduksi sekitar 2.000 jenis obat.
Ada juga 1.600 PBF, dengan 600 cabang di Indonesia dan menyalurkannya kepada lebih dari 15.000 klinik dan puskesmas, 3.000 rumah sakit, 17.000 apotik, dan 5.000 toko obat.
GPFI sendiri menguasai lebih dari 88 persen peredaran obat di Indonesia, dan menurut Tirto saat ini GPFI bersyukur tidak ada lagi keluhan kekurangan atau kekosongan obat di tengah meningkatnya kebutuhan obat Covid-19, karena kasus varian omicron yang melonjak.
"Dengan ketersediaan obat dan vitamin GPFI, Masyarakat bisa memperbaiki kualitas hidupnya karena cepat sembuh dan kembali beraktivitas untuk perbaikan ekonomi masyarakat dan bangsa," tutup Tirto.
Baca Juga: Tetap Waspada, Ahli Sebut Virus Corona Penyebab Covid-19 Akan Terus Bermutasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?