Suara.com - Seorang perempuan baru baru ini mengungkapkan bahwa sebuah gigitan misterius membuat kakinya bengkak dan tertutup borok. Gigitan itu terjadi saat Fern Wolmad bepergian di Senegal pada tahun 2017.
Perempuan 48 tahun dari Heckmondwike, Yorkshire, membagikan gambar mengerikan dari kakinya yang menunjukkan sejauh mana luka menyakitkan yang menutupi sebagian besar betisnya.
Setelah menderita selama bertahun-tahun dengan selulitis dan limfedema, dia tidak bisa tidur dengan rasa sakit seperti "seseorang telah menuangkan asam ke dalam luka yang terbuka."
Dilansir dari The Sun, ia baru-baru ini dirawat di rumah sakit dengan infeksi sepsis yang berpotensi fatal, dia telah kehabisan akal.
"Saya mendapatkan selulitis yang sangat agresif, dan karena kaki saya sangat bengkak, mereka pecah dan kadang-kadang menjadi ulserasi. Saya memiliki sebelas bisul saat ini. Jadi saya terjebak dalam lingkaran setan, dan saya hidup dengan ancaman sepsis sepanjang waktu," ujar dia.
Fern mengatakan digigit selama perjalanan keluarga ke Afrika. Dia dan putrinya mengajar Matematika dan Bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah di Gambia.
Sang ibu awalnya menerima antibiotik dari dokter setempat yang mencurigai bahwa dia menderita gigitan laba-laba, ular, atau nyamuk. Tapi sehari setelah pulang ke Inggris, dia menderita "lepuh besar" yang membuatnya dirawat di rumah sakit selama beberapa minggu.
Sekarang, di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut bahwa dia mungkin masih harus menjalani amputasi, sang ibu menghadapi pembengkakan tambahan yang membuat kakinya membengkak sebesar empat ukuran sepatu.
"Saya adalah sepatu ukuran tujuh sekarang saya ukuran 11, dan mereka tidak membuat sepatu wanita dalam ukuran 11 jadi saya harus membeli sepatu pria."
Baca Juga: Nyaris Meninggal Akibat Sepsis, Chicco Jerikho Awalnya Tak Bisa Rasakan Kakinya
Fern sekarang mencari pengobatan dan mengumpulkan uang melalui GoFundMe dan berharap untuk menjalani perawatan sedot lemak pribadi untuk mencoba mengurangi peradangan di kakinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi