Suara.com - Kebanyakan orang kurang memperhatikan kebersihan handuk, karena dianggap tidak terlalu penting dalam menjaga kecantikan.
Padahal Anda tak seharusnya memakai handuk yang sama selama lebih dari 2 hari berturut-turut. Karena, handuk menyerap banyak air dan menyimpan bakteri yang dapat tumbuh dari waktu ke waktu.
Jadi, Anda disarankan untuk mencuci handuk setalah 3 pemakaian. Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak buruk pakai handuk yang sama selama lebih dari 2 hari.
Pakai handuk yang sama berulang kali juga bisa menjadi penyebab kulit berjerawat. Sebab, minyak, kotoran, dan sel-sel kulit mati tetap berada di handuk Anda sejak pertama kali dipakai.
Karena handuk selalu lembab selama berjam-jam, ini bisa menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi bakteri. Jika Anda tidak mencuci handuk secara teratur, seratnya akan dipenuhi bakteri yang bisa berpindah ke wajah.
2. Mengiritasi kulit
Pakai handuk kotor tidak hanya merusak kecantikan wajah, tetapi juga menyebabkan kulit Anda menjadi lebih sensitif.
Jika Anda terus menggunakan kembali handuk yang sama, handuk tersebut akan terkontaminasi virus dan jamur yang bisa menyebarkan infeksi. Jika kuman ini masuk ke kulit Anda, itu bisa menjadi kemerahan dan iritasi.
Baca Juga: Gara-gara Minum Bubuk Kafein, Pria Ini Alami Serangan Jantung hingga Meninggal!
3. Memperburuk kondisi kulit
Meskipun menggunakan kembali handuk kotor dapat membuat kulit normal menjadi lebih sensitif dan teriritasi, tidak mencucinya bisa lebih membahayakan jika kulit Anda sudah kering dan halus.
Jika kulit Anda rentan terhadap jerawat atau Anda memiliki kondisi kulit tertentu, seperti eksim. Pakai handuk yang sama berulang kali dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan membuat flare-up.
Meskipun keramas secara teratur dan menggunakan sampo serta kondisioner yang tepat sangat penting untuk menjaga rambut tetap sehat dan berkilau.
Tapi, membungkus rambut dengan handuk yang tidak dicuci selama berhari-hari justru bisa menyebabkan rambut rontok.
Handuk kotor bisa memindahkan jamur dan infeksi staph ke wajah dan kulit kepala, bahkan jika Anda menggunakannya hanya untuk mengeringkan rambut.
Infeksi bakteri staph ini bisa berdampak buruk pada kulit kepala, karena menyebabkan folikel rambut meradang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!