Suara.com - Pandemi virus corona Covid-19 tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga kesehatan mental sejumlah orang.
Tak mengherankan, kasus kesehatan mental meningkat selama pandemi virus corona Covid-19 karena semua orang diwajibkan untuk tinggal di dalam rumah dan membatasi aktivitas sosial.
Sedangkan, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik yang perlu diperhatikan dan ditangani segera.
Masalah kesehatan mental ini biasanya diatasi dengan terapi perilaku kognitif hingga mengonsumsi obat antidepresan.
Tapi dilansir dari Times of India, para ilmuwan telah menemukan cara lain yang bebas biaya dan mudah dilakukan semua orang untuk meningkatkan kesehatan mental, seperti olahraga.
Olahraga membantu melepaskan endorfin dalam tubuh yang bisa meningkatkan suasana hati seseorang. Selain itu, Anda juga bisa mandi air dingin untuk meningkatkan kesehatan mental, termasuk mengatasi kecemasan.
Beberapa penelitian telah menemukan bahwa mandi air dingin bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental.
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2020 menemukan bahwa 61 persen peserta yang mengambil bagian dalam periode 10 minggu berenang air dingin mengalami peningkatan mood yang lebih besar daripada mereka yang tidak.
Percobaan berenang air dingin ini juga sudah dilakukan di Inggris. Tetapi, hasilnya belum muncul.
Baca Juga: Virus Corona Ngamuk Lagi, China Laporkan 5.280 Kasus Covid-19 Baru Dalam Sehari
Sementara penelitian menunjukkan mandi air dingin bisa efektif, ada bukti yang masih kurang mengenai mekanisme yang tepat dan itu benar-benar disebabkan oleh berenang air dingin atau lainnya.
Profesor Mike Tipton dari University of Portsmouth berpendapat berenang air dingin membantu meningkatkan kesehatan mental, karena orang-orang menjadi lebih sering bersosialisasi atau bertemu dengan orang lain.
Sedangkan, isolasi mandiri atau berdiam diri di rumah dinilai kurang baik untuk kesehatan mental seseorang, terlebih dalam kurun waktu jangka panjang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?