Suara.com - Sebuah studi dari survei pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini menunjukkan, 73 anak di AS mengalami masalah mental yang buruk. Masalah seperti kecemasan, depresi, dan gangguan perilaku dilaporkan meningkat.
Selain itu, kesejahteraan emosional orangtua dan kesehatan mental, serta kemampuan pengasuh untuk memenuhi tuntutan pengasuhan, juga ditemukan memburuk.
Kasus ini terjadi sebelum pandemi. Tetapi setelah pandemi melanda, tinjauan menemukan bahwa masalah perilaku anak semakin memburuk. Kondisi itu disertai dengan penurunan yang lebih tajam terhadap akses perawatan pencegahan pediatrik, kebutuhan kesehatan yang belum terpenuhi, dan peningkatan jumlah orangtua untuk berganti pekerjaan.
“Penelitian kami menyoroti kebutuhan kritis untuk mendukung anak-anak dan pengasuh mereka, untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan emosional keluarga,” ungkap penulis studi Dr. Michael Warren, seorang administrator asosiasi Maternal and Child Health Bureau.
“Ini termasuk memastikan akses ke layanan perawatan kesehatan yang tepat waktu, dan mengatasi determinan sosial kesehatan untuk mendukung kesejahteraan anak-anak dan keluarga secara keseluruhan,” ungkap Warren, melansir Medical Express.
Kesehatan Mental Anak-Anak Menurun Di Amerika
Survei yang diluncurkan peneliti antara tahun 2016 dan 2020, menyoroti hampir 175.000 anak hingga usia 17 tahun.
Tim peneliti mencatat, survei terakhir yang dilakukan berlangsung hingga Januari 2021, mencakup informasi yang dikumpulkan selama tahun pertama pandemi.
Data menunjukkan, anak mengalami masalah pada kesehatan fisik dan juga mental. Antara lain asma, sakit kepala, kecemasan, depresi, masalah perilaku, autisme, gangguan mental (ADHD), masalah gigi, dan obesitas.
Tim peneliti menemukan, tahun 2016 dan 2019, diagnosis kecemasan pada anak naik 27 persen. Sementara resiko depresi pada anak juga naik sebesar 24 persen. Analisis ini menunjukkan, seperlima anak yang butuh layanan kesehatan mental tidak mendapatkan layanan tersebut.
Pada saat yang sama, tingkat aktivitas fisik anjlok lebih dari 24 persen, dan kesehatan mental orangtua atau pengasuh hampir turun 70 persen. Di samping itu, kemampuan untuk mengatasi tuntutan pengasuhan turun sebanyak 67 persen.
Lebih lanjut, peneliti menemukan jika dibandingkan dengan tahun menjelang pandemi, ada peningkatan hampir 21 persen pada masalah perilaku anak-anak.
“Seperti yang dijelaskan presiden di State of the Union, kebutuhan kesehatan mental anak-anak adalah prioritas nasional,” ungkap Administrator HRSA, Carole Johnson.
“Temuan ini memperkuat seruan presiden untuk bertindak mendukung kesehatan mental anak-anak dan keluarga mereka,” tambah Carole lebih lanjut.
“Di Administrasi Sumber Daya dan Layanan Kesehatan, kami berfokus pada perluasan layanan kesehatan mental pediatrik, melatih lebih banyak penyedia perawatan kesehatan mental, dan menjadikan kesehatan mental adalah bagian penting untuk anak-anak agar mendapatkan perawatan yang berkualitas,” tutup Carole.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat