Suara.com - Mantan Presiden AS, Barack Obama dinyatakan positif virus corona Covid-19. Melalui Twitter-nya, Obama mengaku mengalami sejumlah gejala virus corona Covid-19.
Tetapi, Barack Obama menrasa baik-baik saja. Ia hanya sempat mengalami tenggorokan gatal selama beberapa hari akibat virus corona Covid-19.
"Saya baru saja dites positif virus corona Covid-19. Tenggrokan saya terasa gatal beberapa hari, tetapi saya baik-baik saja. Saya dan Michelle bersyukur sudah vaksinasi dan Michelle dinyatakan negatif," kata Barack Obama dalam cuitannya.
Kondisinya sekarang ini sebagai pengingat semua orang yang belum vaksinasi untuk segera suntik booster vaksin Covid-19, meskipun kasusnya sudah turunn.
Sebelumnya, Barack Obama dan Michelle Obama sudah suntik vaksin Covid-19 pada Maret 2021 lalu. Mereka juga sudah mendapatkan suntikan booster yang merupakan dosis ketiga vaksin Covid-19.
Menurut Barack Obama, vaksinasi adalah upaya terbaik mereka untuk mengalahkan virus corona Covid-19 tersebut dan saling menjaga orang di sekitarnya.
"Vaksinasi cukup membantu melindungi diri kita dari virus corona Covid-19," kata Michelle Obama dikutip dari Times of India.
Gejala Virus Corona Barack Obama
Barack Obama mengaku hanya mengalami tenggorokan gatal selama beberapa hari terakhir. Tetapi, Anda harus ingat bahwa virus corona mempengaruhi orang dengan cara yang berbeda dan sejumlah gejala sudah terlihat dalam 3 tahun terakhir.
Baca Juga: WHO: Varian Virus Corona yang Lebih Menular dan Bahaya Masih Bisa Muncul
Selama munculnya varian Omicron, tenggorokan gatal memang salah satu gejala virus corona yang paling umum.
Berdasarkan laporan, pasien di Afrika Selatan, Inggris, dan AS melaporkan tenggorokan gatal sebelum gejala lainnya.
Gejala ini biasanya berlangsung selama 3-4 hari. Tenggorokan gatal disertai dengan rasa sakit atau rasa gatal di tenggorokan yang memburuk saat berbicara, makan dan menelan. Seringkali, seseorang juga mengalami sensasi terbakar di tenggorokan.
Gejala virus corona Covid-19 lainnya, termasuk demam, batuk, sesak napas, kelelahan, penurunan kesadaran, nyeri otot atau sendi, sakit kepala, kehilangan penciuman atau pengecapan, sakit tenggorokan, pilek, bersin, ruam, mata merah atau iritasi, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, atau diare.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem