Suara.com - Sebuah studi mengambil pandangan baru pada hubungan antara hormon estrogen dengan risiko kematian akibat virus corona Covid-19.
Karena, hubungan antara tingkat estrogen yang lebih tinggi dan risiko kematian akibat virus corona Covid-19 yang lebih rendah terus menarik perhatian komunitas ilmiah.
Penulis studi, Dr Anne Marie Fors Connolly, seorang peneliti klinis di Universitas Ume mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wanita pascamenopause yang konsumsi suplemen estrogen memiliki risiko kematian akibat virus corona Covid-19 lebih rendah.
Penelitian sebelumnya juga menemukan estrogen sebagai agen terapeutik berpotensi bisa menjadi pengobatan untuk virus corona Covid-19.
Selain itu dilansir dari Medical News Today, perempuan juga memiliki risiko lebih rendah terinfeksi virus corona Covid-19 parah.
Tim peneliti juga menemukan bahwa wanita lebih tua yang menggunakan atau menjalani terapi hormon lebih kecil risikonya terifeksi virus corona, dibandingkan wanita seusianya yang tidak pernah terapi hormon.
Hal ini membuat sejumlah ilmuwan bertanya-tanya estrogen berpotensi sebagai pengobatan virus corona Covid-19 di masa depan atau tidak.
Estrogen adalah hormon yang berhubungan dengan sistem reproduksi wanita. Saat menopause dimulai, ovarium menghasilkan lebih sedikit estrogen.
Studi baru menganalisis data nasional dari Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, Statistik Swedia, dan Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional. Para peneliti mengumpulkan data dari 4 Februari hingga 14 September 2020.
Baca Juga: Selain Virus Corona Covid-19, Ini 5 Faktor Lain Pemicu Hilangnya Indra Penciuman!
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?