Suara.com - Kanker tiroid terjadi di sel-sel tiroid, kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di pangkal leher Anda, tepat di bawah jakun. Tiroid Anda menghasilkan hormon yang mengatur detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan Anda.
Kanker tiroid mungkin tidak menimbulkan gejala apapun pada awalnya. Tapi saat tumbuh, itu bisa menyebabkan rasa sakit dan bengkak di leher Anda.
Ada beberapa jenis kanker tiroid yang berbeda , yang diklasifikasikan berdasarkan kemiripannya dengan sel tiroid normal di bawah mikroskop.
Beberapa tumbuh sangat lambat dan yang lain bisa sangat agresif. Namun, sebagian besar kasus kanker tiroid dapat disembuhkan dengan pengobatan. Berikut ini dilansir dari Cancer Center, ada beberapa jenis kanker tiroid.
1. Kanker tiroid papiler
Kanker tiroid papiler atau karsinoma papiler adalah jenis kanker tiroid yang paling umum, terhitung sekitar 80 persen kasus. Karsinoma papiler adalah kanker yang tumbuh lambat dan berdiferensiasi yang berkembang dari sel folikel dan dapat berkembang di satu atau kedua lobus kelenjar tiroid.
Kanker tiroid jenis ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening terdekat di leher, tetapi umumnya dapat diobati dengan prognosis yang baik (prospek untuk bertahan hidup).
2. Kanker tiroid folikular
Kanker tiroid folikular atau karsinoma folikular adalah jenis kanker tiroid kedua yang paling umum dan menyumbang sekitar satu dari 10 kasus. Kanker tiroid jenis ini ditemukan lebih sering di negara-negara dengan asupan makanan yodium yang tidak memadai.
Baca Juga: Selain Virus Corona, Batuk Persisten Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius Ini!
Karsinoma folikel juga merupakan bentuk kanker tiroid yang berbeda. Dalam kebanyakan kasus, ini terkait dengan prognosis yang baik meskipun agak lebih agresif daripada kanker papiler.
Karsinoma folikular biasanya tidak menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya, tetapi mereka lebih mungkin menyebar ke organ lain dibandingkan dengan kanker papiler, seperti paru-paru atau tulang.
3. Kanker tiroid meduler
Kanker tiroid meduler atau karsinoma tiroid meduler berkembang dari sel C di kelenjar tiroid, lebih agresif dan kurang berdiferensiasi daripada kanker papiler atau folikel.
Sekitar 4 persen dari semua kanker tiroid akan menjadi subtipe meduler. Kanker ini lebih mungkin menyebar ke kelenjar getah bening dan organ lain, dibandingkan dengan kanker tiroid yang lebih berdiferensiasi.
Kanker tiroid jenis ini juga sering melepaskan calcitonin dan carcinoembryonic antigen (CEA) tingkat tinggi, yang dapat dideteksi dengan tes darah tiroid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak