Suara.com - Beberapa petunjuk mengerikan menduga bahwa Vladimir Putih mungkin sedang menderita kanker tiroid dan penyakit parkinson ketika memerintahkan invasi Ukraina.
Tetapi, Kremlin menolak untuk memberikan penjelasan apapun tentang apa yang dikatakan para ahli dan penyelidik mengenai tanda-tanda kesehatan Vladimir Putin yang menurun ketika memulai perang.
Baru-baru ini di depan publik, Vladimir Putin yang memiliki citra "pria kuat" di Rusia terlihat lemah secara fisik dibandingkan sebelumnya.
Penurunan kondisi fisiknya yang dramatis membuat publik bertanya-tanya ia sedang berjuang melawan penyakit serius atau beberapa masalah kesehatan sekaligus atau tidak.
Baru-baru ini dilansir dari Mirror UK, muncul laporan bahwa seorang ahli bedah yang berspesialisasi dalam kanker tiroid pada pasien lansia dan pikun sedang menunggu perintah Presiden.
Pada November 2021 lalu, seorang analis politik Rusia mengungkapkan bahwa penguasa lalim itu terkena kanker dan Penyakit Parkinson. Sementara, sumber terpisah mengklaim ia telah menjalani operasi untuk kanker perut.
Dugaan kalau Putin menderita Parkinson diperkuat pada pertengahan Maret 2022, ketika Putin tertatih-tatih di luar panggung menyusul menyusul demonstrasi pro-perang di Moskow.
Penampilan pemimpin Rusia yang menurun juga membuat para analis bertanya-tanya mungkinkah wajahnya yang terlihat bengkak itu disebabkan oleh campuran steroid yang biasanya digunakan untuk mengobati kanker.
Meskipun dugaan ini berdasarkan pada setiap perubahan fisiknya. penyelidik lain percaya bahwa keputusannya yang tidak berperasaan terkait dengan perang Ukraina mungkin disebabkan oleh ketidakstabilan psikologis.
Pakar di perusahaan Jepang Risk Measurement Technologies membandingkan suaranya dari saat dia memerintahkan pasukan Rusia berperang pada Februari 2022 dengan rekaman yang lebih baru, saat pasukannya terus berjuang di Ukraina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien