Suara.com - Setelah hampir 2 tahun berjuang melawan tumor otak yang tidak bisa dioperasi, penyanyi The Wanted, Tom Parker meninggal pada 30 Maret 2022 di usia 33 tahun.
Tom Parker dikonfirmasi mengidap glioblastoma stadium 4 pada Oktober 2020 lalu. Ia pun sempat menjalani pengobatan radioterapi dan kemoterapi.
Pada Januari 2021, Tom Parker sempat mengatakan bahwa ukuran tumornya sudah mengecil dan tubuhnya merespons baik pengobatannya.
Tapi, seseorang yang dekat dengan penyanyi tersebut mengungkapkan kondisi Tim Parker memburuk cukup cepat setelah tur reuni baru-baru ini dengan The Wanted, sebelum meninggal dunia.
Selama tur itu, Tom Parker tampil di atas panggung meskipun kondisi tubuhnya sedang tidak sehat.
Menurut NHS dilansir dari Mirror UK, tumor otak stadium satu dan dua biasanya tidak bersifat kanker. Tetapi, tumor stadium tiga dan empat bersifat kanker, tumbuh lebih cepat dan sulit diobati.
Glioblastoma juga dikenal sebagai gliobastoma multiforme, GMB, GMB4 atau astrocytoma kelas empat, yang termasuk kategori terakhir dan bisa menjadi tumor otak stadium empat.
Brain Tumor Charity mengkategorikannya sebagai tumor otak primer tingkat tinggi yang paling umum pada orang dewasa, yang mana bisa tumbuh cepat, menyebar di dalam otak dan pasien bisa membutuhkan rawat intensif.
Gejala gliobastoma
Baca Juga: Gejala Omicron XE yang Disebut-Sebut Paling Menular dari Seluruh Mutasi Virus Corona, Mesti Waspada
Gejala gliobastoma tergantung di mana tumor otak itu berada dan seberapa agresif tumor tersebut. Beberapa gejala glioblastoma termasuk:
- Sakit kepala
- Mual dan pusing
- Kehilangan rasa dan bau
- Perubahan kepribadian
- Kesulitan kognitif
- Kesulitan berkomunikasi
- Kelelahan
- Depresi
- Masalah dengan memori
- Kejang
- Kesulitan belajar
- Masalah penglihatan
Diagnosis glioblastoma melibatkan pemeriksaan neurologis untuk menguji penglihatan, pendengaran, bicara, kekuatan, sensasi dan keseimbangan serta refleks.
Dokter juga akan memeriksa mata untuk mencari adanya pembengkakan yang disebabkan oleh tekanan pada saraf optik, mengambil riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik untuk memahami gejala pasien, riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.
Penyebab glioblastoma
Penyebab glioblastoma tetap tidak diketahui, karena tidak ada bukti kalau kondisi ini dipicu oleh gaya hidup. Para peneliti sedang mencari perubahan genetik dan molekuler yang terjadi pada sel untuk mencoba dan memahami penyebab glioblastoma tumbuh.
The Brain Tumor Charity mengatakan penelitian secara bertahap menemukan gen yang terlibat dalam berbagai jenis tumor.
Badan amal itu menambahkan bahwa penelitian di masa depan dapat digunakan untuk memprediksi bagaimana orang dapat menanggapi perawatan tertentu dan peluang mereka untuk bertahan hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI