Suara.com - Sembelit menjadi salah satu gangguan pencernaan yang dapat dialami siapa saja terutama di bulan Ramadhan. Saat berpuasa, waktu makan jadi lebih singkat dengan kebiasana konsumsi serat yang berkurang.
Ahli gizi Kalbe Nutritionals, Putri Septiani mengatakan, sembelit menjadi salah satu tanda tubuh kekurangan serat. Pola makan dengan asupan serat dan air yang kurang bisa menyebabkan feses keras ketika buang air besar (BAB).
"Serat berfungsi untuk melancarkan proses pencernaan makanan di dalam tubuh dan menyerap air untuk melunakkan feses," jelas Putri dalam Kulwap bersama Kalbe, Kamis (14/4/2022).
Terlalu banyak konsumsi makanan dengan gula tinggi juga dapat menyebabkan susah BAB karena feses keras.
Ia menambahkan, serat larut air berfungsi untuk mencegah penyerapan kolestrol pada saluran pencernaan, mempertahankan rasa kenyang, dan menjaga kadar gula tetap stabil.
Sedangkan serat tidak larut air berfungsi untuk memperlancar gerakan saluran pencernaan.
Agar terhindar dari sembelit, anjuran untuk konsumsi serat harian yang direkomendasikan yaknj, 25 gram per hari untuk perempuan dan 38 gram per hari untuk laki-laki.
"Konsumsi serat dapat dimulai dari membiasakan diri untuk mengonsumsi sayur dan buah. Jumlah konsumsi sayur dan buah yang dianjurkan untuk menjaga saluran cerna dalam sehari, yaitu 3-4 porsi untuk sayuran dan 2-3 porsi untuk buah-buahan," jelasnya.
Selain itu, bisa juga mengonsumsi minuman yang mengandung serat penting. Hanya saja, Putri mengingatkan untuk ketahui dahulu jumlah asupan dan waktu yang tepat sebelum mengonsumsi jenis minuman tersebut.
Baca Juga: 6 Makanan Buka Puasa Khas Gresik yang Menggugah Selera, Ada Kolak Ayam
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?