Suara.com - Menurut para ahli, genetik adalah faktor utama yang mempengaruhi tinggi badan seseorang. Bahkan para ilmuwan menyebutkan susunan genetik atau DNA berperan sekitar 80 persen dalam menentukan tinggi badan seseorang. Lantas, adakah cara cepat tinggi?
Diketahui, orang tua yang berbadan tinggi cenderung memiliki anak yang tinggi juga. Namun DNA bukan satu-satunya faktor penentu tinggi badan loh. Selama masa perkembangan sejak bayi, tinggi badan juga dapat dipengaruhi oleh keterpenuhan nutrisi, hormon, aktivitas hingga kondisi medis.
Oleh karena itu ada harapan untuk mencapai tinggi badan ideal jika sejak bayi sudah dibekali dengan nutrisi yang tepat. Tak hanya memperhatikan asupan nutrisi sejak bayi, berikut cara cepat tinggi yang bisa Anda coba di rumah yang dilansir dari sejumlah sumber.
1. Memperbaiki Postur Tubuh
Demi mencapai tinggi badan yang Anda impikan maka perhatikan postur tubuh Anda. Pose berdiri, duduk, hingga tidur yang tidak tepat bisa menyebabkan postur tubuh menjadi terlihat lebih pendek.
Agar terlihat lebih tinggi maka perbaiki postur tubuh saat beraktifitas dan biasakan untuk duduk dengan sikap yang benar dan berjalan dengan tegap.
2. Menguatkan Otot Tubuh
Perkuat otot tubuh bagian tengah agar postur tubuh Anda tampak lebih tegap. Otot tubuh bagian tengah yang kuat diketahui membantu memaksimalkan postur tubuh sehingga terlihat lebih tinggi.
Otot di area perut dan otot di sepanjang tulang belakang adalah dua hal yang perlu diperkuat. Anda dapat mengencangkan kedua bagian otot tersebut bisa dengan latihan push up dan plank secara rutin.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Video Olahraga Ringan Terbaik di YouTube
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Faktor eksternal penentu tinggi badan yaitu tercukupinya kebutuhan protein, vitamin D, dan kalsium tubuh Anda. Oleh karena itu demi mendapatkan tinggi badan yang Anda impikan, mulai perhatikan makanan yang Anda konsumsi.
Adapun jenis makanan yang kaya akan protein, vitamin D, dan kalsium yaitu buah dan sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, makanan laut, tahu, tempe, telur, serta susu dan produk olahannya.
4. Rutin Berolahraga
Beberapa jenis olahraga tertentu diyakini sebagai cara cepat tinggi yang bisa Anda praktikkan. Berikut adalah tujuh jenis olahraga yang dapat meningkatkan tinggi badan Anda.
- Basket
- Berenang
- Bersepeda
- Sepak Bola
- Yoga
- Lompat Tali
- Latihan Bergelantung
Demikian ulasan perihal cara cepat tinggi yang bisa Anda coba di rumah. Utamakan kesehatan tubuh dan pikiran ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- Bukan Sekadar Estetika, Revitalisasi Bundaran Air Mancur Palembang Dinilai Keliru Makna
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?