Tapi, terlalu sering stres bisa menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah Anda. Kondisi ini juga dapat mendorong perilaku yang meningkatkan tekanan darah seperti tidak aktif, pola makan yang buruk, merokok dan minum alkohol.
4. Kurang tidur
Kualitas tidur yang buruk juga terkait dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Menurut meta-analisis dalam The Journal of Clinical Hypertension tahun 2018, mereka yang kurang tidur, 48 persen lebih rentan mengalami hipertensi.
Selain itu, mereka yang memiliki HBP dapat memperburuk kondisinya, jika mereka tidak tidur nyenyak.
5. Sering minum alkohol
Keseringan minum alkohol alkohol dapat meningkatkan tekanan darah ke tingkat yang tidak sehat. Kebiasaan ini bisa mempengaruhi otot-otot di pembuluh darah sehingga menyempit.
Hal ini dapat memaksa jantung Anda untuk bekerja lebih keras untuk memompa darah ke bagian lain dari tubuh, sehingga menyebabkan terlalu banyak ketegangan dan serangan jantung atau gagal jantung.
Menurut AHA, penggunaan alkohol secara teratur dan berlebihan dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk gagal jantung, stroke, dan detak jantung tidak teratur (aritmia).
Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah Anda meningkat secara dramatis dan meningkatkan risiko kanker, obesitas, alkoholisme, bunuh diri, dan kecelakaan.
Baca Juga: Kelelahan Bisa jadi Gejala Virus Corona Covid-19 dan Kondisi Lain, Begini Perbedaannya!
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI