Suara.com - Vaksin Covid-19 dosis lengkap tak hanya melindungi diri kita dari paparan virus corona, tetapi juga menjaga orang-orang di sekitar kita agar tak tertular. Terutama anak-anak di bawah usia 6 tahun, yang belum bisa menerima vaksin Covid-19.
Hal tersebut disampaikan oleh Prof. DR. dr. Soedjatmiko, SpA (K) MSi, anggota Satgas Imunisasi IDAI, dalam webinar yang berlangsung Senin (18/4/2022). Ia mengatakan bahwa vaksin Covid-19 dosis lengkap yang telah diterima para orangtua juga merupakan bagian dari upaya melindungi anak-anak di bawah usia enam tahun, terutama saat menghadapi momen mudik Lebaran.
Prof. Soedjatmiko mengatakan bahwa benteng utama untuk melindungi anak di bawah usia enam tahun dari paparan virus corona adalah dengan memastikan orang-orang di sekitar anak tersebut telah menerima dosis vaksin lengkap.
"Ayah ibunya pokoknya semua yang di rumah harus sudah divaksin sehingga anak yang kurang dari enam tahun terlindungi. Kalau ada virus masuk sudah dibentengi oleh bapak ibu, nenek, kakek, teteh dan lainnya," ujar Prof. Soedjatmiko.
Hal ini karena anak usia di bawah enam tahun belum mendapat rekomendasi untuk menerima vaksin Covid-19, sehingga kita harus pastikan anggota keluarga dengan usia enam hingga 17 tahun telah menerima dua dosis vaksin, sementara keluarga dengan usia 18 tahun ke atas telah menerima tiga dosis vaksin.
Anak usia di bawah enam tahun juga disarankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Anak di bawah dua tahun dianjurkan menggunakan face shield sembari diawasi agar tidak menggangu pernapasan, sementara usia dua tahun ke atas dianjurkan menggunakan masker.
"Selalu pakai masker selama di kerumunan. Jelaskan juga apa bahayanya. Hindari kerumunan kecuali di dalam bus, kapal, kereta api, pesawat, atau mobil pribadi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker