Suara.com - Perilaku sehat selama bulan Ramadhan penting dilakukan tidak hanya demi puasa yang lancar, tapi juga keamanan dan kenyaman saat merayakan Hari Raya Idulfitri yang bebas dari ancaman COVID-19.
Dikatakan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19. Prof. Wiku Adisasmito, penting bagi masyarakat untuk berperilaku bersih dan sehat dengan kepatuhan tinggi menjalankan kebijakan penanganan COVID-19.
Dengan tubuh yang sehat dan bugar selama Ramadhan, maka saat Idul Fitri nanti dapat berkumpul bersama keluarga serta aman dari COVID-19.
"Perlu digaris bawahi, bahwa baik periode Ramadhan saat ini maupun paska Hari Raya Idul Fitri nanti, protokol kesehatan tetap harus menjadi prioritas dalam menjalankan aktivitas," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas COVID-19.
Adapun Wiku menyarankan 5 perilaku yang dapat menjadi penyesuaian selama bulan Ramadhan agar imunitas tubu terjaga. Yang mana, di bulan suci ini umat Islam menjalankan rutinitas dengan ritme yang cukup berbeda dari 11 bulan lainnya.
Perilaku tersebut diantaranya:
- Mengusahakan tidur dengan durasi yang cukup (sekitar 8 jam/hari untuk orang dewasa). Masyarakat diminta cermat memilih waktu tidur di tengah rutinitas ibadah dan aktivitas di siang hari agar kebutuhan tubuh untuk istirahat dapat terpenuhi dengan baik.
- Tetap terhidrasi. Walaupun berpuasa, kebutuhan 8 gelas air putih per hari harus tetap dipenuhi. Konsumsi air saat waktu berbuka dan sahur secara bertahap. Lengkapi juga kebutuhan hidrasi tubuh dari asupan makanan lainnya seperti buah dan hindari konsumsi minum berkafein.
- Makan makanan yang sehat dan bernutrisi. Hindari makan makanan dengan kadar gula dari pangan olahan dan siap saji karena pada umumnya cepat membuat lapar. Serta kontrol konsumsi garam agar tidak menyebabkan cepat merasa haus saat berpuasa.
- Memadatkan aktivitas di awal hari agar tidak terlalu letih dalam menjalankan puasa sampai waktu berbuka.
- Tetap aktif dengan berolahraga. Lakukan aktivitas fisik ringan untuk mencegah lesu saat beraktivitas.
Berita Terkait
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya
-
Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir