Suara.com - Hari ini, Jumat (22/4/2022), musisi Maia Estianty menjalani operasi pemotongan kantong empedu untuk mengangkat batu empedu.
"Bunda mau operasi empedu besok, doain semoga lancar ya," tulis putra pertamanya, Al Ghazali, sambil mengunggah fotonya bersama sang ibunda di Instagram, Kamis (21/4/2022).
Bagaimana proses operasi batu empedu?
Berdasarkan laman Mayo Clinic, operasi untuk batu empedu disebut kolesistektomi, yang meliputi pemotongan dan pengangkatan kantong empedu.
Kolesistektomi paling sering dilakukan dengan memasukkan kamera video kecil (laparoskop) dan alat bedah khusus melalui empat sayatan kecil untuk melihat bagian dalam perut dan mengeluarkan kantong empedu. Dokter menyebutnya kolesistektomi laparoskopi.
Dalam beberapa kasus, operasi membutuhkan sayatan besar untuk mengangkat kantong empedu, disebut kolesistektomi terbuka.
Kolesistektomi laparoskopi membutuhkan waktu satu atau dua jam. Tetapi jenis operasi ini tidak cocok untuk semua orang, umumnya dokter akan memulai dengan pendekatan laparoskopi dan menentukan apakah perlu sayatan kecil atau besar.
Kolesistektomi paling sering dilakukan untuk mengobati batu empedu dan komplikasi yang ditimbulkannya.
Beberapa kondisi yang disarankan untuk diobati dengan kolesistektomi:
Baca Juga: Maia Estianty Jalani Operasi Batu Empedu Hari Ini, Sederet Artis Mendoakan
- Batu empedu di kantong empedu (kolelitiasis)
- Batu empedu di saluran empedu (choledocholithiasis)
- Peradangan kantong empedu (kolesistitis)
- Polip kantong empedu besar
- Radang pankreas (pankreatitis) karena batu empedu
Untuk Maia Estianty, sebenarnya dokter sudah menyarankan operasi ini sejak 2016 silam.
"Waktu 2016 dokter sebenarnya sudah menyarankan untuk memotong kantong empedu," kata Maia Estianty di kanal YouTubenya, Rabu (6/4/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi