Suara.com - Kolesterol adalah zat lilin yang membantu plak berbahaya tumbuh di dalam arteri, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Secara klinis, kolesterol tinggi ini tidak terkait dengan gejala apapun. Tapi, gejala akan muncul seiring dengan meningkatkan kadar lipid.
Lesi berisi kolesterol di telapak tangan Anda bisa menjadi indikasi kadar kolesterol tinggi. Saar kadar lipid naik, mereka menjadi terkonsentrasi di lesi yang ada di permukaan epidermis, yang dikenal sebagai xanthomas.
Xanthomas ini dapat muncul di banyak tempat di tubuh, tetapi kadang-kadang bisa mengelompok di telapak tangan.
Platform kesehatan Mount Sinai menjelaskan xanthomas adalah lesi pada kulit yang mengandung kolesterol dan lemak.
Ketika lesi ini muncul di telapak tangan, mereka muncul sebagai nodul kekuningan dari papula dan plak yang sedikit terangkat yang melibatkan lipatan palmar.
Misalnya dilansir dari Express, letusan xanthomatosis yang bisa menyebabkanbenjolan tidak berbahaya tumbuh di lengan tungkai dan terkadang tumbuh pada tendon di kaki serta bahu.
Pertumbuhan ini bisa diangkat melalui pembedahan atau diobati menggunakan operasi laser. Tapi, perawatan kimia dengan asam trikloroasetat sama efektifnya.
Intinya, mengontrol kadar kolesterol dengan baik bisa membantu mencegah kondisi tersebut. Salah satu caranya, Anda bisa menghindari makanan dengan lemak jenuh tinggi yang bisa menyebabkan kolesterol meningkat.
Baca Juga: Kasus Omicron Menurun, Korea Selatan Cabut Hampir Semua Pembatasan Covid-19
Lemak trans dan karbohidrat yang mudah dicerna juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Dokter juga mungkin akan merekomendasikan untuk mengonsumsi statin, tergantung pada kesehatan kardiovaskular Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?