Suara.com - Update Covid-19 dunia atau global hari ini, Sabtu, 23 April 2022, banyak negara mulai menghapus aturan tes Covid-19, karena kasus menurun, seperti yang dilakukan Thailand dan Singapura.
Di dunia kasus Covid-19 memang masih bertambah, meski tidak sebanyak beberapa bulan lalu. Data Worldometers, Sabtu (23/4/2022) menunjukan masih ada 41,4 juta kasus aktif atau orang yang bisa menularkan Covid-19.
Total sudah 508 juta orang di seluruh dunia sudah terinfeksi Covid-19. Ditambah kematian dunia totalnya berjumlah 6,2 juta orang meninggal sejak awal pandemi.
Mengutip Channel News Asia, bulan depan atau tepatnya di 1 Mei 2022 Thailand akan menghapus persyaratan tes Covid-19 dan karantina, bagi pendatang yang divaksinasi lengkap.
Kebijakan ini disampaikan pejabat Thailand pada Jumat, 22 April 2022, yang disebut bisa menghidupkan kembali industri pariwisata yang babak belur.
Sehingga alih-alih menerapkan skema test and go, yaitu keharusan tes Covid-19 dan karantina, justru pendatang hanya disarankan melakukan self test antigen selama tinggal di dalam negeri.
"Ini menyesuaikan langkah-langkah yang berdampak pada pariwisata dan kedatangan wisatawan," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Corona Thailand, Taweesin Visanuyothin.
Lebih cepat dari Thailand, Singapura justru akan menghapus kebijakan wajib tes Covid-19 pada 26 April 2022.
"Dengan langkah ini, berarti wisatawan yang sudah divaksinasi lengkap dan sehat tidak perlu melakukan tes apapun untuk masuk ke Singapura," jelas Menteri Kesehatan Singapura, MOH.
Baca Juga: Punya Kekebalan Tubuh Rendah, Pasien Ini Cetak Rekor Infeksi Covid-19 Terlama di Dunia
Penghapusan tes Covid-19 kedatangan ke Singapura ini juga berlaku untuk anak yang tidak divaksinasi lengkap, berusia 12 tahun ke bawah.
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!