Suara.com - Kanker rahim menjadi slah satu penyakit serius yang menyerang wanita. Penelitian baru menunjukkan bahwa obesitas menyebabkan sekitar sepertiga dari kasus.
Studi yang didanai oleh Cancer Research UK, menemukan bahwa untuk setiap lima unit indeks massa tubuh (BMI) ekstra, risiko seorang wanita terkena kanker rahim meningkat sebesar 88 persen.
Para peneliti bertujuan melakukan penelitian ini untuk mengeksplorasi efek BMI pada risiko kanker rahim lebih tinggi.
Penelitian ini juga sekaligus menggunakan obat-obatan untuk mengatur kadar hormon ini di antara mereka yang berisiko lebih tinggi terkena kanker rahim.
Penulis utama makalah tersebut, Emma Hazelwood, menjelaskan studi ini merupakan langka pertama yang menarik tentang bagaimana analisis genetik dapat digunakan untuk mengungkap efek obesitas pada kanker secara tepat.
Gejala kanker rahim dilansir dari Mirror UK, meliputi:
- Perdarahan atau bercak setelah menopause
- Periode berat yang tidak biasa bagi Anda
- Pendarahan vagina di antara periode Anda
- Perubahan pada keputihan Anda
Kanker rahim ini juga bisa menimbulkan beberapa gejala berikut:
- Benjolan atau pembengkakan di perut Anda atau di antara tulang pinggul Anda (panggul)
- Nyeri di punggung bawah atau tulang pinggul (panggul)
- Rasa sakit saat berhubungan seks
- Darah dalam urine Anda
Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, penting untuk memeriksakan diri sesegera mungkin. Menurut NHS, mendeteksi kanker rahim lebih awal akan lebih mudah untuk diobati.
Baca Juga: Peneliti Inggris: Wanita Obesitas Lebih Berisiko Idap Kanker Rahim hingga 2 Kali Lipat
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien