Suara.com - Mantan Juru Bicara Satgas Covid-19, Achmad Yurianto baru-baru ini dikabarkan mengidap kanker usus. Ia saat ini tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta.
Dikonfirmasi Kepala RSPAD Gatot Soebroto Letjen TNI dr. Albertus Budi Sulistya, bahwa saat ini Yurianto sedang mendapatkan perawatan komprehensif dari berbagai dokter di RSPAD.
"Perawatan ini dilakukan secara komprehensif mulai dari dokter digesif, dokter neurologi, dokter saraf, dokter gizi, dokter penyakit dalam, kesimpulannya dilakukan secara tim lah," ujar dr. Budi saat dihubungi suara.com, Senin (25/4/2022).
Dokter digestif adalah dokter spesialis bedah yang mengkhususkan diri pada ares sistem pencernaan. Dokter neurologi adalah bertugas mendiagnosis atau mengobati masalah sistem saraf, seperti otak, otot saraf tepi dan tulang saraf.
Ia mengatakan saat ini Yurianto sedang menjalani perawatan yang cukup serius, selama 8 hari dalam kondisi yang harus bed rest atau istirahat total tidak boleh pergi kemana-mana.
Meski begitu, kata dr. Budi, ini bukan pertama kalinya Yurianto menjalani perawatan intensif, sebelumnya juga pernah lebih dari seminggu menjalani perawatan yang sama.
"Nggak (perawatan terlama) juga sih, karena ada yang lebih lama lagi, seminggu pernah, namun memang kondisinya baik hingga dapat kembali ke rumah dan melakukan aktivitas," ungkap dr. Budi.
Saat menjalani perawatan, mantan Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan itu didampingi oleh keluarga, istri dan anak-anaknya.
Lebih jauh saat dikonfirmasi kebenaran Yurianto mengidap kanker usus, dr. Budi enggan menjelaskan lebih jauh.
Baca Juga: Ingin Sembuh dari Kanker, Qomar Jalani Kemoterapi hingga Seperti Kesetrum
"(Kanker usus?) loh (wartawan) lebih tahu dari saya, itu informasi bukan dari saya loh ya," tutupnya.
Kanker usus besar adalah tumor ganas di usus besar, dengan gejala utama berupa perubahan pola buang air besar secara terus-menerus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat