Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia WHO tengah menyoroti wabah bakteri salmonella yang disebabkan telur cokelat kinder dengan jumlah korban mencapai 151 orang di Eropa.
Hal yang mengkhawatirkan, sebagian besar bakteri salmonella yang menginfeksi masuk golongan bakteri resisten obat atau resistensi antibiotik (AMR).
Resistensi antibiotik adalah ketika obat antibiotik kehilangan kemampuannya untuk menghentikan pertumbuhan bakteri, atau tidak mampu membunuh bakteri.
Mengutip Insider, Kamis (28/4/2022) setelah mengonsumsi cokelat telur yang diproduksi Ferrero N.V/S.A di Belgia, sebagian besar korban langsung jatuh sakit diare dan muntah.
Salmonella adalah jenis bakteri yang relatif umum, dengan beberapa strain berbeda dan menyebabkan penyakit pada manusia.
Tapi strain salmonella typhimurium yang menyebabkan wabah ini, masuk kelompok yang berbahaya, karena resisten pada enam jenis antibiotik.
Beruntungnya, resistensi bakteri ini tidak berlaku pada obat lini pertama yang digunakan untuk mengobati salmonella yang parah.
Kini laporan menunjukan sembilan orang dirawat di rumah sakit dengan infeksi salmonella parah setelah mengonsumsi cokelat.
Diprediksi ada kemungkinan, kasus rawat inap yang lebih banyak, tapi data WHO hanya memiliki 21 data kasus gejala dan tingkat keparahan tinggi. Beruntung, tidak ada kasus kematian yang dilaporkan terkait wabah ini.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Turun, Apakah Pandemi Akan Segera Berubah Jadi Endemi?
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin