-
Iran membantah pernyataan Donald Trump mengenai pembebasan tahanan perempuan asal Amerika Serikat.
-
Otoritas hukum Teheran menegaskan tidak ada pelepasan tahanan kasus spionase dari penjara.
-
Dena Karari ditahan sejak Desember 2024 atas dugaan tindakan mata-mata di Iran.
Suara.com - Otoritas kehakiman Iran menyangkal keras pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pembebasan seorang perempuan asal negaranya yang ditahan sejak akhir tahun lalu. Teheran menegaskan bahwa tidak ada pelonggaran hukum maupun pelepasan bagi tahanan asing yang terjerat kasus spionase di wilayah mereka.
Melalui saluran resmi kenegaraan, lembaga peradilan tertinggi Iran langsung mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan simpang siur informasi tersebut. Langkah ini diambil guna memotong spekulasi global yang berkembang pasca-klaim sepihak dari Washington.
"Tidak ada mata-mata Amerika yang dibebaskan dari penjara," sebut pihak yudisial Iran dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh media Press TV, Jumat (17/7/2026).
Polemik ini bermula ketika Donald Trump mengumumkan kepada publik bahwa seorang perempuan Amerika yang ditahan Teheran telah diizinkan meninggalkan negara tersebut. Informasi tersebut langsung memicu perhatian dunia internasional mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang cair dan tegang.
Identitas perempuan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya sebagai Dena Karari, sosok yang menjadi pusat perdebatan diplomatik ini. Washington bersikeras bahwa penangkapan tersebut tidak berdasar hukum dan sewenang-wenang.
Donald Trump menyebut perempuan itu kini dengan aman berada di luar Iran, dan dalam kondisi baik.
Melalui platform media sosial Truth Social, orang nomor satu di Amerika Serikat itu bahkan sempat menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah Iran. Langkah diplomasi publik ini awalnya diproyeksikan sebagai sinyal positif perbaikan hubungan bilateral.
"Amerika Serikat mengapresiasi isyarat Itikad Baik dari Iran ini!" tulis Donald Trump dalam unggahannya.
Kasus ini berakar pada penangkapan Dena Karari oleh otoritas keamanan Iran yang terjadi pada Desember 2024 lalu. Penahanan tersebut didasarkan atas tuduhan serius terkait tindakan mata-mata yang mengancam keamanan nasional Teheran.
Baca Juga: Sampai Kapan Pun Iran Tolak Tunduk ke Amerika, Selat Hormuz Tetap Ditutup
Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat sendiri telah lama diwarnai oleh aksi saling tuduh dan penahanan warga negara asing. Penolakan terbaru dari korps yudisial Teheran ini menegaskan kembali sikap kaku dan konfrontatif kedua belah pihak di panggung geopolitik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU