Suara.com - Mengatasi sakit tenggorokan idealnya dilakukan dengan obat sesuai rekomendasi dokter, atau beberapa bahan herbal yang bisa ditemukan dengan mudah. Obat sakit tenggorokan yang direkomendasikan di dalam artikel ini, merupakan obat yang terbilang umum digunakan, namun ampuh.
Sebagai disclaimer, obat-obat dan alternatif obat yang masuk dalam daftar ini bersifat sebagai pengetahuan umum. Untuk mendapatkan obat terbaik, Anda tetap direkomendasikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan terkait.
Obat Sakit Tenggorokan di Apotik
Obat-obatan di bawah ini bisa jadi solusi untuk sakit tenggorokan yang Anda alami.
- Ibuprofen, merupakan golongan obat nonsteroidal anti-inflammatory drug yang bisa menjadi obat esensial perawatan kesehatan mendasar. Obat ini mampu membantu memberikan efek anti peradangan saat mengalami sakit tenggorokan.
- Methylprednisolone, umum digunakan untuk mengobati penyakit tenggorokan dan termasuk pada obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. Obat ini hanya bisa diperoleh dengan resep dokter karena tergolong obat keras.
- SP Troches Meiji, menjadi obat sakit tenggorokan dengan jenis hisap, obat ini memiliki dua varian rasa yakni melon dan strawberry. Kandungan utamanya adalah Dequalinium Chloride 0,25 mg.
- Cooling 5 Spray, berbentuk obat semprot yang dapat membantu meredakan sakit tenggorokan, iritasi ringan pada mulut, hingga nyeri sariawan. Kandungan bahan aktifnya adalah Phenol 1,4%. semprotkan ke arah tenggorokan setiap 3 jam hingga gejala hilang.
Obat lain yang bisa digunakan adalah Tantum Lozenges dan Efisol Lozenges, yang berupa obat hisap yang cenderung mudah digunakan.
Obat Sakit Tenggorokan Herbal
Setelah mengetahui sederet obat yang bisa digunakan dari apotik, saatnya obat herbal yang bisa ditemukan dengan mudah di rumah. Beberapa bahan di bawah ini bisa membantu meredakan sakit tenggorokan selama dikonsumsi secara tepat.
- Air garam, digunakan dengan cara berkumur dan diulangi 3 sampai 4 kali sehari.
- Air putih, perbanyak minum air putih setidaknya 2 liter setiap hari.
- Madu dan perasan lemon, madu memiliki sifat antibakteri dan bisa mengurangi pembengkakan, sedangkan air perasan lemon kaya akan kandungan Vitamin C.
Bahan lain yang bisa digunakan sebagai obat sakit tenggorokan antara lain adalah teh herbal, kayu manis, kunyit, cuka apel dan garam, dan beberapa bahan lain yang mengandung antiperadangan dan antibakteri.
Itu tadi sederet obat sakit tenggorokan yang bisa Anda gunakan. Selalu konsultasikan dengan dokter terkait kebutuhan obat yang Anda miliki, dan dapatkan obat terbaik berdasarkan rekomendasi dokter.
Baca Juga: Sederet Gejala GERD Paling Umum, Jangan Diremehkan!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- 5 Rekomendasi Lipstik Anti Luntur Saat Dipakai Makan Gorengan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien