Suara.com - Keluhan GERD sebenarnya banyak dialami oleh masyarakat. Namun sayangnya, hal ini sering disepelekan karena tidak dirasa mengganggu. Padahal gejala GERD sendiri cukup jelas, dan memiliki risiko buruk jika terus dibiarkan tanpa disikapi dengan tepat.
GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan penyakit asam lambung akibat melemahnya katup yang terletak di kerongkongan bagian bawah. Katup yang tidak menutup setelah makanan masuk ini mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan.
Mewaspadai Gejala GERD
Nah terkait dengan gejala GERD sendiri, ada beberapa hal paling jelas yang bisa diamati saat Anda menderita GERD. Seperti yang diungkapkan sebelumnya, gejala ini sering dikesampingkan dan kurang diperhatikan.
Sebagai penegasan pada gejala GERD dan pengingat untuk Anda, berikut beberapa gejala yang paling sering muncul saat GERD menyerang.
- Sulit menelan, terasa ada benjolan di tenggorokan
- Mengalami gangguan pernapasan
- Suara menjadi serak
- Mengalami sakit tenggorokan
- Sensasi mual dan muntah
- Keluarnya isi lambung tanpa disadari
- Kerusakan gigi karena asam lambung
- Bau mulut
- Gangguan tidur
Jika Anda cermati, gejala yang muncul memang terlihat sangat sepele. Tapi gejala ini menjadi tanda bahwa ada yang tidak beres pada saluran pencernaan Anda, dan perlu untuk segera ditangani. Ini mengapa ketika mulai terasa gejala-gejala di atas, sangat dianjurkan untuk segera minum obat atau mengunjungi dokter kepercayaan Anda untuk melakukan pemeriksaan.
Obat dan Cara Mengatasi GERD
Sederet obat dan cara mengatasi GERD cukup mudah ditemukan. Namun terkait dengan obat, sangat direkomendasikan untuk membelinya berdasarkan resep dari dokter. Memang, terkadang Anda tak sabar ingin segera mengenyahkan penyakit ini. Tapi jangan sampai niat Anda tersebut justru berujung pada kesalahan dosis atau jenis obat yang dikonsumsi.
Beberapa obat yang umum digunakan adalah antasida, cimetidine, famotidine, ranitidine, lansoprazole, hingga omeprazole.
Baca Juga: Ciri-Ciri Asam Lambung Naik Beserta Pencegahannya yang Perlu Anda Tahu
Sedangkan untuk cara mengatasinya antara lain adalah sebagai berikut.
- Menjaga berat badan tetap dalam kondisi ideal
- Tidak merokok
- Memposisikan kepala lebih tinggi saat berbaring
- Hindari berbaring setelah makan, berikan rentang waktu sekitar 2 hingga 3 jam
- Tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat
- Menghindari makanan atau minuman yang dapat memicu naiknya asam lambung
Itu tadi sedikit bahasan mengenai gejala GERD yang paling sering muncul. Semoga bisa menjadi artikel yang berguna, dan selamat menjalankan aktivitas Anda kembali.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026