Suara.com - Musisi Harry Styles mengaku bahwa dirinya menjadi lebih 'hidup' setelah menjalani terapi dengan psikolog demi kesehatan mental yang lebih baik.
Dalam wawancara terbarunya dengan majalah Better Homes & Gardens edisi Juni, mantan anggota band One Direction tersebut mulai sesi terapi sekitar lima tahun lalu.
"Dulu aku berpikir bahwa (menjalani terapi) berarti kau 'hancur'. Aku dulu ingin menjadi orang yang mengatakan bahwa aku tidak membutuhkannya," ungkap Styles, dilansir People.
Namun, bertemu terapis justru membuatnya 'membuka banyak ruang' dalam dirinya yang tidak disadari ada dan dirinya sekarang dapat merasakan hal-hal secara lebih jujur setelah pengalamannya di masa lalu.
"Saya pikir menerima hidup, merasa bahagia, sangat terluka, adalah hal yang paling 'hidup' yang bisa kau rasakan," sambungnya.
Tidak hanya itu, selama masa lockdown di awal-awal pandemi Covid-19, Styles juga membuat periode itu sebagai kesempatan untuk menjaga kesehatan mentalnya.
Secara khusus, pria 28 tahun ini menjelaskan bahwa ia dan terapisnya telah mencoba menggali lebih dalam alasan di balik kebutuhan konstannya untuk menjadi seseorang yang menyenangkan.
Kebutuhan tersebut telah terbangun sejak dirinya berada di One Direction.
"Saat lockdown, aku mulai memproses banyak hal yang terjadi ketika aku berada di band," lanjutnya, mencatat bahwa dahulu ia selalu didorong untuk menunjukkan banyak hal tentang dirinya demi disukai orang-orang.
Baca Juga: Sarapan Bermanfaat Bagi Kesehatan Fisik dan Mental, Tapi Apakah Penting untuk Semua Orang?
Karenanya, ketika ia akhirnya menyelesaikan kontraknya dengan One Direction dan lepas dari beberapa aturan yang menyertai kontrak tersebut, ia merasa lega.
"Aku merasa bebas," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?