Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih belum punya kapasitas untuk mengungkap penyebab hepatitis akut. Mereka masih menunggu Organisas Kesehatan Dunia (WHO) untuk tahu penyebab hepatitis yang banyak menyerang anak.
“Kita tunggu apa penyebabnya dari WHO. Kita menunggu sampai diumumkan oleh WHO bahwa penyebab hepatitis ini adalah X virus misalnya dan seterusnya,” kata Juru Bicara Kemenkes Syahril seperti dikutip dari ANTARA>
Syahril menuturkan, sebanyak 31 negara sudah melaporkan kasus hepatitis akut dengan total mencapai 614 kasus.
Di Indonesia sendiri hingga Minggu (22/5), kasus hepatitis akut sudah ditemukan sebanyak 14 kasus dari tujuh provinsi, dengan rincian satu kasus masuk menjadi probable dan 13 kasus masuk pending classification.
Dari banyaknya kasus yang sudah dilaporkan, dunia masih belum mengetahui penyebab pasti terjadinya hepatitis akut sekaligus alasan mengapa hanya menular pada kelompok anak-anak saja.
“Penyebab utamanya kan belum diketahui, termasuk masa inkubasi atau timbulnya gejala. Semuanya masih dalam masa penelitian dan kajian dari beberapa negara yang melaporkan kasus,” ujar dia.
Meskipun penyebab hepatitis akut belum diketahui, nyatanya beberapa negara sudah melaporkan kasus kematian pada anak. Oleh karenanya, Syahril menekankan tidak ada satupun orang tua yang boleh lengah dan terus waspada untuk meningkatkan proteksi kesehatan pada anak-anak.
Sambil menunggu bersama kajian lebih lanjut dari WHO, Syahril meminta agar orang tua mulai mengedukasi anak terkait kondisi hepatitis akut agar anak menjadi paham pentingnya hidup bersih seperti memakai masker dan mencuci tangan dengan memakai sabun.
Orangtua juga harus betul-betul memahami gejala hepatitis akut seperti anak merasa mual, muntah, diare, nyeri di bagian perut, mata atau tubuh menguning, feses pucat dan air kencing berwarna cokelat seperti teh.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Kementan Tidak Remehkan PMK Seperti Kasus Covid-19, Sindir Kemenkes?
Apabila anak menunjukkan gejala tersebut, dirinya meminta orang tua untuk segera pergi ke rumah sakit guna mendapatkan tindakan cepat dari dokter.
Kemudian, anak anak diharapkan dapat membawa makanan dari rumah dan menggunakan peralatannya sendiri meski sedang melangsungkan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah masing-masing.
Sedangkan bagi rumah sakit, Syahril mengimbau agar setiap tenaga kesehatan dapat cermat menentukan diagnosis dan melangsungkan pemeriksaan, utamanya dalam mengidentifikasi penyakit kuning pada anak di bawah usia satu tahun.
“Tentu dengan kewaspadaan ini kita akan lebih cepat menangani pasien. Jika tidak terlambat mulai dari pihak keluarga, fasilitas kesehatan sampai ke rumah sakit rujukan dengan penanganan secara berjenjang, kita dapat menekan angka-angka kematian atas kasus hepatitis akut berat ini,” kata Syahril.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak
-
Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua
-
Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat
-
Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?
-
Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty
-
Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit