Suara.com - Efek setelah olahraga tidak selalu baik. Terkadang dalam kondisi tertentu, olahraga bisa menyebabkan perasaan mual. Meski hanya sementara, kondisi ini tetap tidak membuat nyaman.
Ternyata, perasaan mual atau tidak nyaman setelah olahraga terjadi karena peningkatan aliran darah ke otot, otak, paru-paru dan jantung.
Peningkatan aliran darah tersebut didorong oleh bagian simpatik dari sistem saraf otonom, tugasnya membantu mengatur semua respons tubuh yang tidak disengaja seperti detak jantung dan tekanan darah.
Saat terjadi dorongan, dilansir Science Alert, arteri melebar sehingga dapat membawa lebih banyak darah ke organ-organ tersebut.
Namun dalam waktu yang sama, sistem saraf simpatik mempersempit pembuluh darah di sistem pencernaan selama latihan berat hingga 80 persen.
Itu terjadi karena jumlah dalam tubuh terbatas, dan peningkatan kebutuhan oksigen oleh beberapa jaringan hanya dapat dipenuhi dengan mengubah jumlah darah yang mengalir ke jaringan lain.
Artinya saat itu terjadi, suplai darah berkurang di area tubuh yang tidak membutuhkan banyak oksigen pada saat itu.
Kebutuhan akan oksigen untuk setiap organ ini menjadi salah satu alasan mengapa seseorang merasa mual selama atau setelah olahraga. Tubuh harus menyesuaikan aliran darah ke banyak jaringan saat kebutuhan berubah.
Selain itu, perut dan organ perut lainnya juga dapat tertekan selama berolahraga, yang selanjutnya dapat menyebabkan perasaan mual.
Baca Juga: Bergerak Lebih Fleksibel dengan Activewear Hijab, Bisa Buat Olahraga Maupun Sehari-Hari
Ketidaknyaman ini biasanya terjadi setelah gerakan jongkok karena detak jantung dan kebutuhan oksigen dalam yang meningkat, sehingga tubuh menarik volume udara yang lebih besar ke paru-[aru.
Ini kemudian menyebabkan diafragma (di bawah tulang rusuk) menekan lebih keras pada organ perut. Otot-otot juga membantu meremas organ perut dengan setiap napas. Pada akhirnya, ini dapat menyebabkan mual parah hingga muntah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?