Suara.com - Aktor Hollywood Davinci Code, Tom Hanks, secara terbuka mengatakan kepada publik bahwa dirinya menderita diabetes tipe 2 pada 2013 silam.
Dulunya, ia mengaku sering makan makanan tidak sehat, seperti burger keju. Namun setelah dokternya mengharuskannya menurunkan berat badan, ia pun mengubah pola makan menjadi lebih sehat.
"Kalau begitu, aku akan menderita diabetes tipe 2 saja, karena tidak mungkin beratku sama seperti di SMA," kata pemain Davinci Code tersebut, saat sang dokter memintanya menurunkan berat badan hingga beratnya seperti ketika remaja.
Tetapi, seiring waktu pria 65 tahun ini telah membuat penyesuaian selama bertahun-tahun demi menjaga diabetesnya terkontrol.
Hanks pernah menjelaskan penyebab dirinya menderita diabetes tipe 2 pada 2018 lalu di sebuah podcast.
"Sebagian karena gen dan sebagian karena gaya hidup mengerikan yang membuatnya makan apa saja. Jadi sekarang hal pertama yang aku lakukan adalah mencoba mengurusnya," kata Hanks, dilansir Times of India.
Selain menjaga pola makannya, ia memastikan untuk berolahraga dan bergerak setiap hari.
“Saya mencoba melakukan, setiap satu hari, satu jam aktvitas. Itu bisa apa saja, mulai dari treadmill atau jalan-jalan atau mendaki dengan anjing, tetapi harus satu jam setiap hari," imbuhnya.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan Radio Times, sang aktor mengaku bahwa dirinya "bodoh" dalam hal menjaga berat badan dan pola makan.
Baca Juga: Gejala Diabetes, Waspadai Nyeri Tubuh akibat Kadar Gula Darah Tinggi
"Aku adalah bagian dari generasi Amerika yang malas yang secara membabi buta terus menari sepanjang pesta dan sekarang menderita penyakit," lanjutnya.
Sekarang, dia memerhatikan pola makannya. Meski beberapa kali ia melenceng dari pola makan tersebut. Namun, ia tetap memastikan untuk berolahraga dan disiplin dalam menjaga makanannya.
"Aku memerhatikan apa yang aku makan sampai bosan. Setelah itu, minum kopi, baca koran. Bangun tidur, berolahraga, dan mandi," tandasnya, menceritakan rutinitas sehari-harinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem