Tekno / Internet
Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan 86 persen BTS yang terdampak gempa Flores telah pulih dan 14 persen masih dalam proses perbaikan. [Dok Indosat]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 794 BTS di 11 kabupaten atau kota terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.
  • Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan 86 persen BTS telah pulih dan 14 persen masih dalam proses perbaikan.
  • Gangguan telekomunikasi tersebut disebabkan oleh masalah pasokan daya listrik dan jaringan transmisi di wilayah terdampak bencana.

Suara.com - Sebanyak 86 persen Base Transceiver Station atau BTS yang terdampak gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah pulih dan sisanya sedang dalam proses pemulihan.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan Komdigi terus mengawal pemulihan layanan telekomunikasi yang terdampak gempa Flores.

“Di tengah situasi seperti ini, kami menyadari bahwa layanan telekomunikasi memiliki peran yang sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan keluarga, serta mendukung koordinasi penanganan bencana,” kata Meutya dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan pemantauan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), terdapat 794 site/BTS yang teridentifikasi terdampak gempa di 11 kabupaten/kota per Minggu ini, pukul 18.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah pulih, sedangkan 111 site/BTS atau 13,98 persen masih dalam proses pemulihan.

“Sejak terjadinya gempa, Komdigi bersama penyelenggara telekomunikasi terus mengawal pemulihan jaringan di wilayah terdampak. Hingga saat ini, dari 794 site/BTS yang terdampak, sebanyak 683 site/BTS atau 86,02 persen telah kembali beroperasi,” ujar Meutya.

“Pemulihan ini terus kami kawal sampai seluruh layanan di wilayah terdampak dapat kembali normal. Kami juga memastikan upaya pemulihan dilakukan secepat mungkin, terutama di wilayah yang masih mengalami gangguan,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil identifikasi industri telekomunikasi, gangguan yang terjadi sejak awal bencana itu didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik (power failure) pada 701 site/BTS. Selain itu, terdapat 93 site/BTS yang mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

Berdasarkan hasil identifikasi industri telekomunikasi, gangguan yang terjadi sejak awal bencana itu didominasi oleh gangguan pasokan daya listrik (power failure) pada 701 site/BTS. Selain itu, terdapat 93 site/BTS yang mengalami gangguan pada jaringan transmisi.

Baca Juga: Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

“Pemulihan dilakukan sesuai dengan kondisi masing-masing lokasi, baik untuk gangguan pasokan daya maupun jaringan transmisi. Kami terus berkoordinasi dengan penyelenggara telekomunikasi dan pihak terkait agar site yang masih terdampak dapat segera kembali beroperasi,” ucap Meutya.

Komdigi melalui Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) terus memantau perkembangan kondisi jaringan dan berkoordinasi dengan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, serta seluruh penyelenggara telekomunikasi di wilayah terdampak.

Pemantauan itu difokuskan pada percepatan pemulihan 111 site/BTS yang masih mengalami gangguan, khususnya di wilayah dengan jumlah maupun persentase BTS terdampak yang masih tinggi.

“Kehadiran jaringan komunikasi di tengah bencana bukan sekadar soal konektivitas. Layanan komunikasi dibutuhkan untuk memastikan masyarakat tetap dapat terhubung, memperoleh informasi, mengakses layanan darurat, dan mendukung koordinasi bantuan. Karena itu, pemulihan jaringan menjadi bagian penting dari upaya penanganan dan pemulihan pascabencana,” tutur Meutya.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti informasi dan arahan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemerintah daerah, dan instansi penanganan bencana.
Sementara itu, dari sejumlah wilayah yang layanan telekomunikasinya terdampak akibat gempa, tiga kabupaten saat ini telah pulih sepenuhnya, yakni Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Di sisi lain, delapan kabupaten masih memiliki site/BTS dalam proses pemulihan, dengan rincian Manggarai Timur tersisa 32 site/BTS dengan tingkat pemulihan 57,33 persen, Manggarai tersisa 27 site/BTS dengan tingkat pemulihan 82,35 persen, Nagekeo tersisa 19 site/BTS dengan tingkat pemulihan 76,25 persen, serta Ende tersisa 11 site/BTS dengan tingkat pemulihan 89,52 persen.

Selanjutnya, Ngada tersisa 10 site/BTS dengan tingkat pemulihan 87,18 persen, Sikka tersisa 7 site/BTS dengan tingkat pemulihan 94,07 persen, Manggarai Barat tersisa 4 site/BTS dengan tingkat pemulihan 96,36 persen, dan Flores Timur tersisa satu site/BTS dengan tingkat pemulihan 97,56 persen.

Sebelumnya, gempa bumi magnitudo 7,7 yang berpusat di Nagekeo, NTT, pada 15 Agustus menyebabkan 53 orang meninggal dunia, 135 orang mengalami luka-luka, dan 5.000 lainnya mengungsi. 

Load More