Suara.com - Demensia bukanlah penyakit tunggal. Ini adalah istilah umum yang mencakup berbagai kondisi medis, salah satunya Alzheimer. Kondisi ini disebabkan oleh perubahan otak yang tidak normal.
Perubahan tersebut dapat menyebabkan penurunan kemampuan berpikir parah hingga menganggu kehidupan sehari-hari. Penyakit demensia juga berdampak pada perilaku, emosi, dan hubungan dengan orang lain.
Dilansir Times of India, ada beberapa faktor risiko demensia, apa saja?
1. Tekanan darah
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, membahayakan jantung, pembuluh darah, dan otak. Kondisi ini juga meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular.
Ini adalah kondisi serius yang menyebabkan serangan jantung dan stroke di seluruh dunia. Diperkirakan akan ada 1,56 miliar orang di seluruh dunia yang menderita hipertensi pada 2025.
2. Kadar gula darah
Kadar gula darah atau glukosa yang tinggi dapat menyebabkan diabetes dan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan kognitif dan demensia.
3. Pola makan tidak sehat
Baca Juga: Penelitian Temukan Makan Blueberry Bisa Turunkan Risiko Demensia
Batasi lemak dan gula lainnya saat mengonsumsi berbagai buah dan sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak dan makanan laut.
Namun sayangnya, pola makan sekarang telah bergeser sebagai akibat dari peningkatan produksi makanan olahan, urbanisasi yang cepat, dan perubahan gaya hidup.
4. Membatasi interaksi sosial
Berinteraksi dengan orang lain dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial dapat membantu mencegah isolasi sosial dan rasa kesepian. Keduanya berkaitan dengan peningakatan risiko penurun kognitif dan penyakit Alzheimer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia