Suara.com - Menjaga kesehatan alat kelamin harusnya jadi hal wajib untuk semua orang. Resiko penyakit sipilis (sifilis) misalnya, senantiasa mengintai untuk Anda yang tidak waspada. Maka penting untuk mengenali tanda-tanda sipilis ketika penyakit ini dialami.
Penyakit sipilis sendiri biasanya diderita oleh seorang yang kurang memperhatikan kesehatan alat kelaminnya dan aktif berganti-ganti pasangan untuk berhubungan intim. Maka dari itu, salah satu cara mencegahnya adalah dengan tidak berganti pasangan, serta secara rutin mengontrol kesehatan alat kelamin Anda.
Berikut beberapa tanda-tanda sipilis yang bisa diamati, dari fase primer hingga fase tersier.
Tanda-Tanda Sipilis, Sesuai Fase
1. Fase Primer
Pada fase ini, tanda-tanda sipilis akan tampak pada luka di alat kelamin dan sekitar mulut. Lukanya seperti gigitan serangga, namun tanpa disertai rasa sakit. Luka ini bisa bertahan selama 1 hingga 2 bulan, sangat menular saat berhubungan intim.
Luka juga bisa terjadi pada bagian tubuh lain, dan meski sudah terlihat sembuh tetap bisa menularkan penyakit tersebut.
2. Fase Sekunder
Muncul sekitar 1 hingga 6 bulan setelah terinfeksi. Muncul ruam kemerahan tanpa rasa gatal di bagian tubuh tertentu, seperti tangan, kaki, atau area-area lembap. Gejala yang muncul menyertai ruam ini adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, berat badan menurun, rambut rontok, dan nyeri otot.
3. Fase Laten
Jika pengobatan belum dilakukan dengan tuntas, maka fase selanjutnya disebut dengan fase laten. Seorang yang telah melewati fase sekunder tidak akan mengalami gejala tambahan apapun. Untuk mengetahui apakah seorang sudah memasuki tahap ini atau belum, perlu dilakukan tes darah yang akurat. Penularan tetap bisa terjadi.
4. Fase Tersier
Tahap akhir dari penyakit sipilis, bisa ditandai dengan munculnya gejala dalam waktu satu tahun. Tahapan ini jadi tahap paling menular dan wajib diberikan pengobatan serius. Akan muncul gangguan serius pada pembuluh darah dan jantung, gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, hingga kematian.
Komplikasi kemungkinan besar terjadi, dan benar-benar memerlukan penanganan serius.
Itu tadi beberapa tanda-tanda sipilis di empat fase berbeda. Maka dari itu, senantiasa lakukan pemeriksaan kesehatan organ seksual Anda, dan cegah penyakit ini sejak dini.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut