Suara.com - Diabetes terjadi ketika tubuh mengalami kesulitan mengelola kadar glukosa darah. Ada dua bentuk diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2.
Diabetes tipe 1 adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.
Sedangkan, diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak cukup memproduksi insulin atau sel-sel tubuh tidak bereaksi terhadap insulin. Diabetes tipe 2 ini bentuk paling umum dari diabetes.
Salah satu cara pengelolaan diabetes tipe 2 yang paling umum adalah menjalani diet sehat. Beberapa makanan bisa mempengaruhi diabetes secara positif dan beberapa lainnya bisa menyebabkan efek negatif.
Tapi, ini bukan hanya tentang makanan yang dikonsumsi tetapi bagaimana dan kapan makanan itu dicerna.
"Ingatlah untuk terus menjaga asupan buah sepanjang hari, sehingga Anda tidak makan banyak karbohidrat sekaligus yang bisa mempengaruhi kadar glukosa darah setelah makan," kata Charity Diabetes UK dikutip dari Express.
Beberapa makanan lebih baik daripada yang lain dalam hal pengendalian glukosa. Tetapi, ini juga tergantung porsinya.
Diabetes UK memperingatkan meskipun Anda harus meningkatkan asupan buah, lebih baik hindari atau setidaknya kurangi asupan minum jus buah dan smoothie. Mengingat dua olahan buah ini biasanya diberi gula tambahan.
Banyak orang dengan diabetes tipe 2 tidak memiliki penyakit ini sejak lahir, sebagian besar pasien mengembangkannya seiring waktu.
Baca Juga: Waspada, Virus Corona Covid-19 Bisa Berdampak Buruk pada 5 Organ Tubuh Ini!
Akibatnya, para ilmuwan dan dokter ingin menekankan pentingnya melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mencegah diabetes tipe 2 berkembang.
Selain konsumsi makanan seimbang dan olahraga rutin, konsumsi suplemen vitamin D juga bisa membantu mencegah diabetes tipe 2.
Vitamin D dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan tulang dan otot serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam British Medical Journal meneliti suplemen vitamin D dapat membantu mencegah timbulnya diabetes tipe 2.
Namun, studi menyimpulkan vitamin D tidak berpengaruh signifikan terhadap diabetes tipe 2.
"Meskipun vitamin D telah terbukti mencegah diabetes tipe 2 ddalam studi percontohan kami, pengobatan menggunakan suplemen vitamin D itu tidak menunjukkan efek yang cukup baik dalam mencegah diabetes tipe 2," kata Dokter Tetsuya Kawahara.
Temuan ini bukan pertama kalinya vitamin D dianggap sebagai pengobatan untuk diabetes. Selama pandemi Covid-19, para ilmuwan pun mempertimbangkan vitamin D mampu mencegah dan mengobati virus corona Covid-19 atau tidak.
Setelah penelitian ekstensif, mereka menemukan vitamin D tidak memberikan dampak baik yang signifikan terhadap virus atau kemungkinan seseorang terkena penyakit serius.
Tapi, konsumsi vitamin D tetap dianjurkan sebagai cara untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, terutama selama musim dingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat