Suara.com - Lapar adalah hal alami yang dialami semua manusia yang ada di muka Bumi. Namun kondisi sering lapar yang terjadi, bisa menjadi salah satu indikasi Anda mengalami gangguan kesehatan. Idealnya, rasa lapar akan menghilang setelah makan, dan bertahan beberapa waktu bukan? Lalu sering lapar gejala penyakit apa?
Sering lapar, bahkan ketika Anda sudah memiliki jadwal makan yang teratur, bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan tertentu. Memang tidak selalu berarti demikian, tapi ada baiknya jika Anda waspada dan bisa mendeteksi jika ada risiko penyakit tertentu.
Beberapa penyakit yang menunjukkan gejalanya dengan sering lapar adalah sebagai berikut.
1. Kondisi Hipoglikemia
Jawaban pertama atas pertanyaan sering lapar gejala penyakit apa adalah adanya kondisi hipoglikemia. Kondisi ini terjadi saat gula darah turun ke angka yang terlalu rendah, dan sering dialami oleh penderita diabetes. Namun ketika sering lapar disebabkan oleh diabetes, gejala lain yang juga dirasakan adalah pusing, sakit kepala, sulit konsentrasi, dan berkeringat terus menerus.
2. Sindrom Pramenstruasi atau PMS
Terjadinya perubahan hormon selama siklus menstruasi juga menjadi salah satu penyebab rasa sering lapar yang dialami seseorang. Adanya lonjakan hormon estrogen dan progesteron, disertai penurunan hormon serotonin, menyebabkan peningkatan nafsu makan yang tinggi. Jika memang disebabkan oleh PMS, maka gejala lain yang muncul adalah mudah marah, moody, kembung, kelelahan, serta diare.
3. Kondisi Stres
Kondisi stres yang dialami tubuh memicu pelepasan sejumlah besar hormon kortisol. Hormon ini sendiri adalah hormon yang dapat memicu rasa lapar, sehingga ketika stres rasa lapar terus menerus akan dialami secara otomatis.
Baca Juga: 3 Manfaat Air Gula, Perhatikan Takarannya Ya!
Pernah mengalami rasa ingin terus makan saat banyak pekerjaan di kantor? Ini adalah contoh nyata dari poin ketiga ini.
4. Hipertiroidisme
Selanjutnya adalah kondisi hipertiroidisme yang merupakan kondisi dimana tiroid tubuh bekerja terlalu cepat. Tiroid adalah kelenjar pembuat hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh, dan ketika bagian ini bekerja terlalu cepat metabolisme tubuh juga akan meningkat.
Hasilnya? Rasa sering lapar yang dialami terus menerus.
Itu tadi beberapa penjelasan terkait pertanyaan sering lapar gejala penyakit apa. Kini Anda sudah sedikit mendapatkan pengetahuan, semoga berguna, dan konsultasikan dengan dokter jika kondisi ini mengganggu aktivitas Anda.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?