Suara.com - Kemoterapi merupakan pengobatan yang ampuh dalam memusnahkan sel-sel kanker. Namun, sel-sel sehat lainnya juga dapat terpengaruh dan mengakibatkan efek samping.
Tetapi sebuah studi baru memberi teknik yang dapat membantu beberapa pasien kanker usus besar stadium II tidak perlu kemoterapi, tanpa perubahan pada hasil klinis mereka.
Teknik yang digunakan dalam studi baru ini menggunakan jenis DNA yang disebut Circular Tumor DNA (ctDNA), lapor Science Alert.
Itu adalah bagian kecil dari DNA, yang terfragmentasi dari tumor dalam aliran darah. Itu bukan dari bagian dari sel tumor, tetapi hanya DNA dari tumor itu sendiri.
Studi ini bukan pertama kalinya menyelidiki ctDNA. Para peneliti mengetahui bahwa adanya ctDNA dalam aliran darah pasca operasi dapat memprediksi risiko kekambuhan kanker.
Pada kanker usus besar stadium II, kanker telah menyebar melalui lapisan otot dinding usus besar, tetapi belum menyebar ke organ lain.
Pasien akan menjalani operasi untuk mengangkat tumor, tetapi dokter harus menganalisis apakah pasien juga akan menjalani kemoterapi setelahnya.
Sekitar 75 persen penderita kanker usus besar stadium II tidak memerlukan kemoterapi setelah operasi, tetapi sekitar 25 persen membutuhkannya.
Penelitian ini dilakukan selama tiga tahun dari 2015 hingga 2019 terhadap 455 pasien kanker usus besar stadium II. Sebanyak 302 mendapat pendekatan terpandu ctDNA, sementara sisanya menerima perawatan standar.
Baca Juga: Selain Indah, Tanaman Dandelion Bisa Bunuh Sel Kanker dalam 48 Jam!
Baik pengobatan standar dan yang dipandu memiliki tingkat kelangsungan hidup yang sama dan tidak ada kekambuhan kanker. Namun, ada perbedaan besar dalam jumlah kemoterapi yang diberikan.
Pada kelompok pengobatan standar, 27,9 persen pasien menjalani kemo, sedangkan pada kelompok pengobatan yang dipandu ctDNA hanya 15,3 yang harus menjalaninya.
"Pendekatan yang dipancu ctDNA untuk kanker usus besar stadium II mengurangi penggunaan kometrapi adjuvant tanpa mengorbankan kelangsungan hidup yang bebas kekambuhan," kata ahli onkologi gastrointestinal Jeanne Tie.
Selain itu, pasien yang juga mendapat ctDNA tetapi menerima kemoterapi menunjukkan manfaat kelangsungan hidup dan tingkat kekambuhan yang rendah.
Peneliti berharap ctDNA juga bisa menjadi indikator yang berguna untuk mengobati jenis kanker lain dan stadium kanker usus besar lainnya.
Penelitian tersebut telah dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Society of Clinical Oncology dan akan dipublikasikan di New England Journal of Medicine.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif