Suara.com - Anemia adalah gejala kesehatan yang paling sering muncul. Penyakit satu ini ditandai dengan kurangnya sel darah merah dalam tubuh. Jika seseorang mengidap anemia, umumnya ia akan mengalami pusing sesaat setelah berdiri, kulit wajah yang tampak pucat hingga kelelahan. Lantas, apakah anemia bisa sembuh?
Diketahui, faktor penyebab munculnya anemia sangat beragam. Hal ini tergantung dari jenis anemia yang diderita. Anemia juga bisa bersifat sementara atau jangka panjang dengan kadar ringan hingga berat. Namun perlu Anda ketahui, bahwa anemia adalah kondisi yang tergolong mudah disembuhkan.
Perawatan atau pengobatannya pun cukup beragam mulai dari konsumsi suplemen, makan-makanan sehat hingga menjalani prosedur medis di bawah anjuran dokter.
Untuk mengetahui apakah anemia bisa sembuh, maka Anda perlu mengenali penyebab anemia yang Anda derita. Nah untuk selengkapnya, berikut ini adalah ulasan perihal jenis anemia berdasarkan penyebab hingga cara mengatasinya.
1. Anemia Defisiensi Besi
Seperti namanya anemia jenis ini disebabkan oleh kurangnya kadar zat besi dalam tubuh. Cara yang dapat dilakulan agar sembuh dari anemia defisiensi besi adalah mengonsumsi suplemen zat besi dan mengonsumsi makanan tinggi zat besi.
2. Anemia Kekurangan Vitamin
Umumnya dokter akan menyarankan penderita anemia karena kekurangan vitamin untuk mengonsumsi suplemen makanan. Tak hanya itu jika Anda menderita anemia jenis ini maka Anda harus memperhatikan nutrisi dalam menu harian Anda.
3. Anemia akibat Penyakit Kronis
Baca Juga: Jadi Minuman Favorit Banyak Orang, Ternyata Kopi dan Teh Dapat Menyebabkan Anemia
Ketika seseorang menderita penyakit kronis lazim akan diikuti dengan munculnya gejala anemia. Sehingga untuk anemia jenis ini maka tidak ada pengobatan khusus yang dapat dilakukan.
Namun jika gejalanya memburuk maka dokter akan mengambil langkah transfusi darah atau suntikan hormon sintetis untuk membantu merangsang produksi sel darah merah.
4. Anemia Aplastik
Penderita anemia aplastik umumnya akan ditangani dengan cara transfusi darah guna meningkatkan kadar sel darah merah. Dalam beberapa kasus jika sumsum tulang sudah tidak mampu membuat sel-sel darah yang sehat maka pengidap memerlukan transplantasi sumsum tulang.
5. Anemia Sel Sabit
Ketika seseorang menderita anemia sel.sabit maka dokter akan melakukan berbagai jenis perawatan seperti pemberian oksigen, penghilang rasa sakit, cairan oral hingga intravena untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah komplikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?