Suara.com - Pusing termasuk gangguan kesehatan yang sering dialami siapa saja, baik muda maupun lanjut usia. Tetapi, sejumlah orang mungkin kerap menyamakan pusing dengan sakit kepala.
Walaupun sama-sama membuat nyeri di kepala, tapi antara pusing dengan sakit kepala sebenarnya berbeda. Pasien perlu bisa membedakan keduanya agar saat periksa diri ke dokter bisa memberikan info yang tepat, sehingga memudahkan diagnosis.
Dokter umum dr. Handri Irawan, MMRS., menjelaskan bahwa umumnya, seseorang merasakan sakit kepala dan pusing dalam waktu yang bersamaan. Beberapa hal dapat menyebabkan kedua gangguan tersebut terjadi, seperti dehidrasi hingga kecemasan.
Menurut dokter Handri, kesalahan membedakan pusing dengan sakit kepala bisa berakibat fatal.
"Mungkin saja gangguan yang menyerangmu hanya salah satu dari kelainan tersebut, tetapi kamu salah mendiagnosisnya sehingga salah mengonsumsi obat," kata dr. Handri, dikutip dari tulisannya pada akun Twitter pribadinya.
Pusing dan sakit kepala sama-sama bisa membuat kepala terasa seperti berputar. Selain itu, gejala yang timbul juga mirip satu sama lain.
Hanya saja perbedannya, pusing menimbulkan rasa sakit pada bagian kepala yang dapat menimbulkan perasaan seperti berputar-putar dan mampu mengganggu keseimbangan tubuh. Pusing juga dapat muncul secara tiba-tiba, kemudian hilang, lalu muncul lagi setelah beberapa saat.
Ia menjabarkan lebih lanjut perbedaan gejala dari pusing dan sakit kepala, sebagai berikut:
1. Sensasi Seperti Akan Pingsan
Baca Juga: 3 Penyebab Sakit Kepala Belakang Sebelah Kanan dan Bagaimana Cara Mengatasinya
Perbedaan antara pusing dan sakit kepala dari sisi gejala adalah tubuh yang merasa akan pingsan secara tiba-tiba. Gangguan tersebut umumnya disebabkan karena tekanan darah yang turun tanpa aba-aba ketika seseorang duduk dalam waktu yang lama lalu berdiri secara mendadak. Hal tersebut terjadi karena pasokan darah ke otak yang tidak cukup. Dalam kasus yang parah, kelainan ini dapat menyebabkan penyakit gagal jantung dan gangguan pada ritme detak jantung.
2. Hilang Keseimbangan
Pusing yang terjadi juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan keseimbangan atau limbung. Berbeda dengan sakit kepala, pusing dapat menyerang bagian otak yang berdekatan dengan telinga yang berguna agar tubuh tetap seimbang.
Gangguan ini juga dapat disebabkan banyak hal, seperti penyakit Parkinson, gangguan rangsangan telapak kaki, atau kurang jelasnya penglihatan.
3. Sensasi Berputar
Perbedaan lainnya yang umum dialami adalah sensasi berputar pada kepala. Gejala ini juga merupakan salah satu hal yang biasanya dirasakan oleh seseorang dengan penyakit vertigo.
Selain itu, pusing dengan sensasi berputar juga dapat terjadi ketika seseorang mengidap infeksi telinga bagian dalam, vestibular neuritis, migrain, dan penyakit meniere.
Lain hal dengan pusing, sakit kepala adalah gangguan yang menimbulkan rasa nyeri di kepala dan dapat menjalar ke organ lain di sekitarnya. Gangguan ini dapat terjadi dalam hitungan menit, jam, bahkan hari. Namun, gejala sakit kepala biasanya terjadi ketika kondisi tubuh kurang fit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance