Suara.com - Anak komedian Sule, Putri Delina, mengatakan bahwa dirinya merasa kesepian hingga tidak bersemangat melakukan aktivitas apa pun.
Kesepian yang dirasakan Putri Delina terjadi setelah ibunya, Lina Jubaedah meninggal dunia pada 2018 lalu.
Setelah kepergian sang ibu, Putri Delina mengaku kehilangan support system-nya.
"Putri selalu bilang merasa kesepian karena Putri ngerasa belum ada yang bisa ngertiin Putri. Baru-baru ini sih, ngerasa enggak semangat dalam hal apa pun itu. Semuanya (gak semangat hidup dan semangat berkarya)," kata Putri Delina dilansir dari YouTube Maia AlElDul TV, Kamis (9/6/2022).
Kesepian merupakan kondisi pikiran ketika seseorang merasa kosong, sendirian, dan tidak diinginkan. Keadaan ini membuat seseorang mendambakan kontak sosial, tetapi pikiran mereka membuatnya lebih sulit untuk menjalin hubungan dengan orang lain.
Berdasarkan beberapa studi, dilansir Insider, kesepian memiliki beberapa risiko kesehatan, yakni:
Kesepian dapat menyebabkan depresi
Menurut psikiater yang berspesialisasi dalam geriatri dan neurologi di Brigham and Women's Hospital, Boston, Nancy Donovan, kesepian bisa menjadi faktor risiko perkembangan depresi.
Bukti ini dapat ditemukan dalam studi tahun 2006 yang menganalisis dua penelitian berbasis populasi orang lanjut usia (lansia).
Baca Juga: Putri Delina Mengaku Tak Semangat Hidup Karena Merasa Selalu Kesepian
Kedua studi menemukan bahwa tingkat kesepian yang tinggi dikaitkan dengan gejala depresi, dan hubungan ini tetap stabil sepanjang hidup seseorang.
Memicu peradangan dalam tubuh
Sebuah penelitian oleh psikiater dari UCLA, Steve Cole, menunjukkan bahwa sekelompok gen yang terlibat dalam peradangan akan lebih aktif pada orang-orang yang merasa kesepian.
Peradangan dimaksudkan sebagai mekanisme pertahanan untuk melindungi kita dari infeksi dan cedera, tetapi terlalu banyak dapat menyebabkan penyakit serius.
Kesepian meningkatkan risiko penyakit jantung
Donovan menyoroti bahwa kesepian dikaitkan dengan masalah kardiovaskular serius.
Sebuah studi tahun 2016 yang melibatkan 181.000 orang dewasa menemukan bahwa kesepian dan sikap apatis dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke sebesar 32 perse dan risiko penyakit jantung sebesar 29 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi