Suara.com - Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan menjaga kondisi mental emosi tetap terkendali. Marah-marah, menjadi salah satu hal yang cukup merugikan untuk kesehatan. Sederet dampak buruk sering marah bisa menimbulkan hal yang tidak diinginkan banyak orang, karena mengarah ke gangguan kesehatan serius.
Beberapa dampak buruk sering marah yang bisa muncul adalah sebagai berikut.
Dampak Burung Sering Marah untuk Kesehatan
1. Risiko Serangan Jantung
Dalam tempo waktu 2 jam setelah kemarahan yang dilampiaskan, maka kesempatan terkena serangan jantung meningkat hingga dua kali lipat. Hal ini sendiri dikarenakan kemarahan yang teramat sangat bisa memicu detak jantung menjadi lebih cepat, dan akibatnya buruk untuk kesehatan tubuh secara umum.
2. Memicu Depresi
Kemarahan yang tidak terkontrol juga bisa menjadi pemicu munculnya depresi dan stres. Saat kondisi mental sudah tidak stabil seperti ini, tubuh menjadi semakin mudah terserang penyakit. Maka dari itu, kemarahan dan rasa stres harus dikelola dengan baik agar tidak meningkatkan risiko berbagai penyakit yang mengintai.
3. Adanya Gangguan Tidur
Hormon yang berada di dalam tubuh memiliki perannya masing-masing, untuk merespon apa yang diperintahkan otak. Saat marah, hormon yang ada di dalam tubuh ini bergejolak dan membuat Anda menjadi sulit tidur. Tentu saja, tubuh manusia yang kurang istirahat akan jadi sasaran empuk berbagai penyakit yang mungkin sudah dimiliki potensinya.
Baca Juga: Video Marah-marahnya Viral dan Bikin Netizen Penasaran, Reza Rahadian Buka Suara
4. Sakit Kepala
Dampak buruk sering marah juga bisa memicu keluhan sakit kepala. Tekanan darah yang meningkat di area kepala bisa menimbulkan rasa pusing atau migrain, sehingga mengganggu aktivitas Anda. Otot yang bermunculan di pelipis atau bagian kepala lain jadi tanda jelas ketika tekanan darah meningkat.
5. Tekanan Darah Tinggi
Selanjutnya adalah risiko tekanan darah tinggi. Tubuh yang tegang akibat marah memicu peningkatan tekanan darah dan kerja jantung yang lebih intens. Tekanan darah yang meningkat secara terus menerus akan mengancam kesehatan jantung, sehingga risiko mengalami tekanan darah tinggi juga meningkat.
Itu tadi, beberapa dampak buruk sering marah untuk kesehatan Anda. Maka dari itu, kelola kondisi emosi dan psikis dengan baik, agar tidak berdampak buruk untuk kesehatan fisik. Semoga bermanfaat, dan selamat menjalankan aktivitas Anda berikutnya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien