Suara.com - Setiap hari, seorang manusia dewasa disarankan untuk minum setidaknya 2 liter air putih guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun pernahkah Anda bertanya-tanya apa efek terlalu banyak minum air putih untuk tubuh jika yang dikonsumsi lebih dari yang disarankan?
Pentingnya Minum Air Putih
Sebenarnya, jika dilihat secara nyata ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa minum air putih menjadi penting.
Pertama, air putih dapat membantu menghilangkan limbah melalui buang air kecil, keringat, dan buang air besar. Hal ini tentu penting agar sisa metabolisme tubuh bisa segera dikeluarkan dari tubuh manusia.
Kedua, menjaga suhu tetap normal agar organ di dalam tubuh juga bisa bekerja dengan optimal. Hal ini juga menyangkut kenyamanan beraktivitas.
Ketiga, membantu melumasi bantalan sendi agar gerakan bisa dilakukan dengan nyaman. Dan yang terakhir, melindungi jaringan dalam tubuh agar bisa bekerja optimal.
Maka dari itu penting untuk memastikan kecukupan asupan cairan setiap hari agar keempat manfaat ini bisa didapatkan.
Efek Terlalu Banyak Minum Air Putih
Sebenarnya dalam kadar normal, minum air putih memiliki lebih banyak manfaat. Namun jika dikonsumsi dalam jumlah ekstrem, maka efek terlalu banyak minum air putih bisa muncul dan buruk untuk tubuh.
Baca Juga: Pasien Gagal Jantung Wajib Kurangi Air Minum, Dokter Ungkap Alasannya
- Perubahan warna urine, urine seorang yang sehat memiliki warna kuning muda hingga jernih. Jika warna urine terus menerus berwarna jernih, ini artinya air putih yang dikonsumsi sudah terlalu banyak.
- Sering buang air kecil, karena cairan yang dikonsumsi banyak, maka otomatis cairan yang dibuang akan meningkat. Seorang yang mengkonsumsi air putih terlalu banyak akan buang air kecil lebih dari 8 kali setiap hari.
- Rasa lelah atau lemas, ginjal yang terus bekerja dalam mengolah air juga akan memberikan efek samping pada tubuh. Rasa lelah dan lemas akan terus terasa, sehingga ini akan cukup mengganggu aktivitas Anda.
- Otot lemah dan mudah kram, kadar elektrolit yang menurun akibat terlalu banyak konsumsi cairan membuat keseimbangan tubuh menurun. Efeknya, seorang bisa merasakan kejang otot dan kram,
Itu tadi beberapa efek terlalu banyak minum air putih setiap hari. Maka dari itu, tetap minum air putih dalam kadar yang sudah direkomendasikan, sehingga efek baiknya lebih terasa dari waktu ke waktu.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun