Suara.com - Aktor senior Rima Melati ternyata mengalami komplikasi penyakit hingga menyebabkan gagal ginjal. Putranya, Aditya Tumbuan, bercerita bagaimana ibunya telah dirawat di rumah sakit sejak 7 Mei 2022 lalu.
Saat itu, Rima dirawat di RSPI Bintaro selama dua minggu akibat infeksi luka di punggung. Infeksi tersebut kemudian merambat ke paru.
"Paru-parunya mulai terendam air dan harus disedot. Setelah itu menjalar ke ginjal," kata Aditya Tumbuan di RSPAD, Jakarta Pusat pada Kamis (23/6/2022).
Aktor 82 tahun itu bahkan harus menjalani cuci darah sebanyak tujuh kali. Sebulan setelah dirawat di rumah sakit Bintaro, Rima Melati dipindahkan ke RSPAD hingga dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (23/6).
Cuci darah atau dialisis biasanya dilakukan terhadap pasien yang sudah mengalami gagal ginjal tahap akhir.
Dikutip dari situs Yayasan Ginjal Spanyol, gagal ginjal tahap akhir ditandai dengan tubuh kehilangan sekitar 85 hingga 90 persen fungsi ginjal
Dialisis dilakukan untuk membuang zat racun, garam, dan cairan berlebih agar tidak menumpuk di dalam tubuh.
Tindakan itu seharusnya dilakukan oleh ginjal untuk menjaga tingkat aman bahan kimia tertentu dalam darah, seperti kalium, natrium, dan bikarbonat.
Kebanyakan gagal ginjal biasanya akan terjadi secara permanen. Tetapi, beberapa jenis gagal ginjal akut bisa menjadi lebih baik setelah perawatan.
Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Rima Melati, Berawal dari Infeksi hingga Alami Gagal Jantung
Dalam beberapa kasus gagal ginjal akut, dialisis kemungkinan hanya diperlukan sementara sampai ginjal menjadi lebih baik.
Sedangkan pada gagal ginjal kronis atau tahap akhir, ginjal tidak bisa menjadi lebih baik. Sehingga diperlukan dialisis seumur hidup, kecuali dilakukan transplantasi ginjal
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS