- Nippon Paint Indonesia mengadakan Program CSR Merah Putih untuk menyambut HUT ke-81 RI dengan mengecat ruang publik.
- Perusahaan tersebut mendukung pengecatan 200 gapura ikonis, termasuk Lawang Suryakancana di Kota Bogor, untuk mempercantik kawasan.
- Nippon Paint juga mengecat 4.800 kapal nelayan, seperti di Cilacap, guna melindungi kapal dari cuaca dan organisme laut.
Suara.com - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya berlangsung lewat berbagai seremoni, tetapi juga hadir melalui wajah ruang publik yang dihias dengan nuansa Merah Putih.
Semangat tersebut turut diwujudkan Nippon Paint Indonesia melalui Program CSR Merah Putih yang tahun ini memasuki satu dekade pelaksanaan. Sejak 2016, program yang merupakan bagian dari inisiatif CSR Colouring Lives tersebut telah melibatkan pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat untuk mempercantik sekaligus merawat berbagai ruang publik di Indonesia.
Dalam rangka menyambut HUT ke-81 RI, Nippon Paint mendukung pengecatan 4.800 kapal nelayan dan 200 gapura ikonis di berbagai daerah. Penggunaan warna Merah Putih menjadi simbol semangat kebangsaan sekaligus gotong royong dalam menjaga lingkungan sekitar.
"Semangat Merah Putih bukan hanya diwujudkan melalui warna, tetapi juga melalui aksi nyata yang dikerjakan bersama untuk memberikan dampak bagi masyarakat. Kami berharap program ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap ruang publik, memperkuat semangat gotong royong, serta menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut menjaga lingkungan di sekitarnya," ujar General Manager (TU Division) Nippon Paint Indonesia Mark Liew.
Lawang Suryakancana, Ikon Bogor Bernuansa Merah Putih
Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari Program Gapura Ikonis Merah Putih adalah Lawang Suryakancana di Kota Bogor. Gapura tersebut merupakan salah satu ikon kota sekaligus pintu masuk menuju kawasan kuliner Suryakancana yang dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner dan budaya di Bogor.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, upaya mempercantik kawasan tidak hanya membuat ruang publik semakin menarik, tetapi juga dapat memperkuat kepedulian masyarakat terhadap keberadaan ikon kota.
"Lawang Suryakancana merupakan salah satu ikon Kota Bogor yang menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus pintu masuk kawasan kuliner legendaris. Kami mengapresiasi kontribusi Nippon Paint dalam mendukung beautifikasi kawasan ini melalui program CSR. Semoga kolaborasi seperti ini terus berlanjut dan semakin mendorong kepedulian bersama untuk menjaga warisan budaya serta ruang publik Kota Bogor," ujarnya.
Selain Lawang Suryakancana, sejumlah landmark di Kota Bogor sebelumnya juga telah mendapatkan dukungan pengecatan, di antaranya Lawang Salapan dan Jembatan Otista.
Baca Juga: Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
Merah Putih Juga Hadir di Kapal Nelayan
Semangat kemerdekaan juga dibawa hingga kawasan pesisir. Melalui program yang sama, pengecatan dilakukan pada 4.800 kapal nelayan, termasuk bersama Paguyuban Nelayan Putra Sang Fajar di Cilacap, Jawa Tengah.
Bagi masyarakat pesisir, kapal bukan sekadar alat transportasi, tetapi menjadi bagian penting dari kehidupan dan sumber penghidupan sehari-hari. Karena itu, perawatan kapal juga menjadi bagian dari upaya mendukung aktivitas para nelayan.
Melalui pengecatan tersebut, kapal-kapal nelayan tidak hanya tampil dengan warna yang lebih mencerminkan semangat Kemerdekaan, tetapi juga mendapatkan perlindungan dari paparan cuaca serta organisme laut yang dapat mengganggu kondisi kapal.
Memasuki satu dekade pelaksanaan, Program CSR Merah Putih menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk menghadirkan semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari. Dari gapura di tengah kota hingga kapal-kapal yang berangkat melaut, warna Merah Putih menjadi pengingat bahwa menjaga ruang dan lingkungan bersama juga merupakan bagian dari merawat Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas