Suara.com - Karbohidrat adalah salah satu dari tiga makronutrien, di samping lemak dan protein, yang juga dibutuhkan oleh tubuh. Nutrisi ini ditemukan dalam makanan seperti kentang, pasta, roti, dan nasi putih.
Selama ini, menghindari asupan karbohidrat dianggap sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Namun faktanya adalah sebaliknya.
"Diet rendah karbohidrat telah populer selama beberapa tahun, bahkan beberapa dekade sekarang, tetapi mengurangi asupan karbohidrat Anda dapat menimbulkan masalah," kata ahli diet, Nichola Ludlam-Raine.
Berikut 4 tanda tubuh kekurangan karbohidrat:
1. Kurang energi
Karbohidrat adalah sumber utama bahan bakar tubuh. Jadi jika Anda mengurangi asupan karbohidrat secara signifikan, maka tingkat energi juga semakin 'tipis'.
“Tubuh kita dapat menggunakan sumber bahan bakar lain (seperti lemak),” katanya, dilansir Insider.
2. Kabut otak
Otak membutuhkan glukosa yang dipecah dari karbohidrat agar berfungsi secara optimal. Ketika tidak cukup mengonsumsi karbohidrat, Anda mungkin akan mengalami suasana hati yang buruk dan kesulitan berkonsentrasi.
Baca Juga: Kandungan Nutrisi Lengkap yang Dimiliki Singkong: Ada Serat, Karbohidrat, Hingga Potasium
"Mengonsumsi karbohidrat bersama protein membantu mendukung produksi triptofan, yang kemudian diubah menjadi serotonin (dikenal sebagai hormon bahagia)," sambungnya.
3. Lebih sedikit energi untuk berolahraga
Tubuh menyimpan karbohidrat sebagai glikogen di hati dan otot. Ini digunakan untuk energi dan bermanfaat untuk berolahraga, baik berlari, bersepeda, atau di gym.
Menurut pelatih olahraga, Mike Molloy, makan cukup karbohidrat sangat penting bagi orang-orang yang melakukan latihan internsitas tinggi, seperti HIIT atau CrossFit.
4. Sulit pulih setelah berolahraga
Karbohirat tidak hanya menambah energi, tetapi juga membantu pemulihan setelah berolahraga.
"Setelah kita berolharaga, tubuh perlu mengizi kembali simpanan glikogennya yang habis selama berolahraga," imbuhnya.
Karenanya, dianjurkan untuk mengonsumsi karbohirat dengan protein untuk membantu masa pemulihan setelah berolahraga.
Bila tubuh tidak pulih secara efisien, Anda mungkin akan mengalami nyeri otot lebih lama setelah berolahraga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat